Surabaya (ANTARA) - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meminta warga memperkuat silaturahim sekaligus meningkatkan kewaspadaan lingkungan terutama dalam mengantisipasi arus urbanisasi setelah momentum mudik Lebaran.

"Pasca-Lebaran kuatkan tali silaturahim, tingkatkan wilayahnya, penjagaannya, karena kita harus menjaga Surabaya dari urbanisasi," ujar Wali Kota Eri dalam kegiatan halalbihalal di Balai Kota Surabaya, Rabu.

Ia meminta peran aktif RT/RW untuk memastikan setiap pendatang yang masuk ke Surabaya memiliki identitas yang jelas serta tujuan yang pasti, termasuk pekerjaan karena pendataan ini menjadi langkah penting dalam menjaga stabilitas sosial dan tertib administrasi kependudukan.

"Maka saya mohon kepada RT/RW, kalau ada yang masuk ke dalam Kota Surabaya, tolong dilihat, dipastikan, dia memiliki pekerjaan atau tidak, dan dipastikan bahwa KTP-nya harus lapor," ujarnya.

Ia menekankan bahwa setiap pendatang, termasuk mereka yang tinggal di rumah indekos wajib melapor agar mobilitas penduduk tetap terkontrol.

"Karena kan kalau kos tidak memiliki KTP Surabaya, tapi melaporkan dirinya. Dan ini harus dikuatkan oleh RT/RW, agar Surabaya tidak penuh dengan urbanisasi," katanya.

Ia mengajak masyarakat memaknai bulan Syawal sebagai momentum memperkuat nilai-nilai yang telah dilatih selama Ramadhan, tidak hanya sebatas ucapan, tetapi juga dalam tindakan sehari-hari.

"Jadi di bulan Syawal ini, kita punya semangat untuk saling memaafkan. Saling memaafkan tidak hanya di dalam lisan saja, tapi dalam setiap tingkah dan perbuatan," ucapnya.

Ia menuturkan bahwa ibadah puasa selama Ramadhan sejatinya melatih pengendalian diri, menjaga lisan, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama. Nilai-nilai tersebut diharapkan terus diterapkan setelah Ramadhan berakhir.

"Maka setelah bulan Ramadhan, masuk di Syawal ini, mari kita punya semangat yang berlipat untuk menjalankan apa yang sudah kita latih di Ramadhan untuk kita jalankan di bulan Syawal ini," katanya.



Pewarta: Indra Setiawan
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026