Tulungagung - Badan Urusan Logistik (Bulog) Subdivre VIII di Tulungagung, Jawa Timur , menaikkan target serapan produksi beras dari petani sebanyak 13.000 ton dari tahun lalu sebanyak 63.000 ton menjadi 76.000 ton pada tahun anggaran 2013. "Ini target realistis karena kami melihat produksi beras di masyarakat secara nasional juga terus meningkat, termasuk di wilayah subdivre VIII, Tulungagung, Blitar dan Trenggalek," terang Kepala Bulog Subdivre VIII Mohammad Fauzy, Kamis. Ia tidak merinci teknis pembelian beras maupun gabah kering giling dari para petani dengan alasan harga pokok pembelian (HPP) saat ini masih dalam tahap pembahasan. Namun ia telah menyiapkan sejumlah strategi upaya dalam mendongkrak target serapan produksi beras dari masyarakat. Tiga langkah umum yang menjadi strategi usaha bulog dimaksud antara lain adalah meningkatkan kerjasama langsung dengan para petani melalui jaringan satuan tugas (satgas) bulog terpilih, kerjasama dengan organisasi-organisasi kelompok tani, maupun kerjasama dengan lembaga/instansi yang memiliki sekelompok atau beberapa kelompok petani binaan. "Intinya selain memberi wawasan mengenai prosedur dan HPP yang menjadi standar pembelian bulog, kami juga siap memfasilitasi masyarakat petani, kelompok tani, maupun lembaga yang memiliki kelompok binaan untuk mengembangkan pertanian mereka, terutama padi," jelasnya. Diakuinya, aktivitas para tengkulak selama ini menjadi masalah sekaligus hambatan bulog dalam mendorong peningkatan serapan beras maupun gabah dari para petani. Meski mengaku masih mencari metode yang ideal dalam meningkatkan kapasitas dan kemampuan dalam bersaing hingga ke desa-desa, Fauzy tetap optimistis tiga langkah pendekatan tersebut mampu mendongkrak produksi beras bulog di wilayah subdivre VIII. Apalagi, mengacu hasil evaluasi serapan beras tahun 2012 yang berhasil melampaui target dan bahkan surplus hingga seribu ton. "Kami akan bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Badan Ketahanan Pangan, Petrokimia Gresik, Pupuk Kaltim dan lainnya untuk mensejahterakan petani, sehingga bulog mampu meningkatkan penerimaan beras menjadi 76 ribu ton," ujarnya. (*)


Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026