Malang - Pelita Jaya Energi-MP menang mudah atas lawannya Pacific Caesar Surabaya dengan skor telak 90-41 dalam lanjutan Speedy NBL Indonesia di GOR Bimasakti Malang, Selasa malam.
Dominasi Pelita Jaya belum tampak di kuarter pertama. Permainan cepat Erick Sebayang dan kawan-kawan kurang terkendali, sehingga hanya memasukkan delapan dari 21 tembakan yang dilepaskan. Padahal, beberapa kali Pelita Jaya berada dalam posisi bebas untuk mencetak angka.
Buruknya akurasi di awal laga terbenahi di kuarter kedua. Rata-rata peluang mencetak angka Pelita Jaya menanjak hingga 64 persen dari hanya 38 persen di kuarter pertama.
Kondisi itu tidak terlepas dari cemerlangnya tembakan-tembakan Ary Chandra dan Dimas Aryo Dewanto. Kedua pemain ini menyumbangkan total 16 poin dari 25 angka Pelita Jaya di kuarter kedua.
Dua "big man" Pelita Jaya, Ponsianus "Komink" Indrawan dan Yudhi Mardiyansyah, memberikan variasi baru dalam serangan-serangan Pelita Jaya. Sedangkan dua pemain andalan Pacific, Hari Suharsono dan Airlangga Sabara, kali ini tidak berkutik dihadapan Komink dan Yudhi.
Kesalahan-kesalahan dalam melakukan operan mengacaukan serangan yang dibangun Pacific. Kelly Purwanto yang belum mencetak angka di tiga kuarter sebelumnya banyak memanfaatkan kondisi ini dan berhasil mencetak enam angka.
Poin terbanyak Pelita Jaya dicetak oleh Komink dengan raihan double-double 17 poin dan 11 rebound. Itu adalah double-double keempatnya di pentas NBL Indonesia.
Dimas dan Ary Chandra menyusul masing-masing dengan 13 poin. Sementara pada kubu Pacific, tidak satupun pemain yang mampu mencetak dua digit poin.
Hanya saja, raihan kemenangan Pelita Jaya ini harus berbayar mahal. Sang kapten, Erick Sebayang, mengalami cedera.
"Kami masih memastikan cedera apa yang dialami oleh Sebayang. Kemungkinan ia akan absen hingga seri ini berakhir," kata physioterapist Pelita Jaya Energi-MP Raul Romero.(*)
Editor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.