Jember, Jawa Timur (ANTARA) - Aktivitas warga menjalankan ibadah di Masjid Raya Pesona di Perumahan Pesona Regency, Kelurahan Patrang, Kabupaten Jember, Jawa Timur, kembali normal pascaledakan yang terjadi pada Senin (16/3) malam.
Sejumlah warga baik orang tua maupun anak-anak bersama anggota Satuan Samapta Polres Jember melaksanakan shalat dhuhur berjamaah di masjid setempat pada Rabu, namun semua jamaah laki-laki dan tidak terlihat jamaah perempuan.
"Masjid kembali digunakan untuk kegiatan ibadah sejak Selasa (17/3) malam setelah dibersihkan dari puing-puing plafon yang berserakan akibat ledakan," kata salah seorang warga Perumahan Pesona Regency Haryo Agung usai shalat dhuhur di Masjid Raya Pesona.
Menurutnya, jumlah warga yang shalat berjamaah di masjid tersebut memang berkurang dibandingkan dengan sebelum terjadi ledakan karena masih ada sebagian warga yang merasa khawatir terjadi ledakan kembali, sehingga sebagian warga memilih untuk shalat di rumahnya masing-masing.
"Perasaan was-was memang masih ada, apalagi saat terjadi ledakan itu, saya berada di tepi jendela yang posisinya agak dekat dengan sumber ledakan, namun alhamdulillah saya baik-baik saja," tuturnya.
Ia mengaku memberanikan diri shalat di Masjid Raya Pesona karena tidak ada pilihan lain dan memang rumahnya dekat dengan masjid tersebut, sehingga selalu menjalankan shalat lima waktu di masjid setempat.
"Kami agak tenang dan merasa aman dengan hadirnya aparat kepolisian membersamai kami saat shalat di masjid, bahkan sesama warga saling support untuk meramaikan masjid kembali," katanya.
Sementara muazin Masjid Raya Pesona Kholisudin mengatakan jamaah yang shalat memang berkurang dibandingkan sebelum terjadi ledakan, namun berkurangnya jamaah kemungkinan juga karena sudah mudik.
"Memang masih ada warga yang khawatir, sehingga jamaah di masjid tersebut berkurang setelah insiden ledakan. Imbauan untuk kembali meramaikan masjid juga disampaikan oleh aparat kepolisian usai shalat subuh tadi," ujarnya.
Pantauan di lapangan, plafon yang rusak dan roster yang berlubang akibat ledakan juga masih terlihat dengan jelas, namun dengan kondisi seperti itu kegiatan shalat tetap berlangsung dengan khusyuk.
Usai shalat dhuhur, pengurus masjid terlihat membersihkan karpet di lokasi ledakan dengan menggunakan alat penyedot debu agar karpet kembali bersih.
Sebelumnya, aparat kepolisian juga sudah membersihkan lokasi ledakan pada Selasa (17/3) sore usai melepas garis polisi yang dipasang saat olah tempat kejadian perkara sehingga masjid bisa digunakan kembali saat shalat magrib dan kegiatan buka bersama juga sudah berjalan.
Pewarta: Zumrotun SolichahEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.