Madiun (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Madiun, Jawa Timur kembali menggelar program imunisasi kejar atau catch-up seiring dengan temuan 16 suspek campak di wilayah itu pada Januari hingga pertengahan Maret 2026.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun Agung Dodik Pujiyanto di Madiun, Selasa, mengatakan imunisasi kejar tersebut menyasar bayi usia sembilan hingga 19 bulan yang belum mendapatkan vaksin campak lengkap hingga booster.
"Program imunisasi tersebut akan dilaksanakan secara serentak di Madiun mulai 30 Maret hingga 12 April 2026 sesuai arahan dari Kementerian Kesehatan," ujarnya.
Menurut dia imunisasi percepatan tersebut akan digencarkan di posyandu dan puskesmas. Selain itu, tim dinkes dan kader saat ini juga berintensif melakukan survei balita di wilayah masing-masing.
Ia menegaskan bahwa vaksin campak sangat penting untuk memberikan kekebalan atau perlindungan dari penyakit campak. Karenanya, ia menilai kepedulian orang tua sangat diperlukan untuk mengecek status imunisasi campak pada balita yang seharusnya diberikan saat usia sembilan dan 19 bulan.
Selain imunisasi, masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan penyakit campak dengan melakukan protokol kesehatan, terutama menjelang momen Lebaran 2026 yang identik dengan kegiatan silaturahim.
"Kami mengimbau masyarakat menjaga kebersihan, menjaga imunitas tubuh, menggunakan hand sanitizer, dan kalau tidak perlu jangan terlalu sering menyentuh bayi atau balita," kata Dodik.
Ia juga menekankan pentingnya pemberian ASI eksklusif, terutama bagi bayi usia enam hingga 12 bulan yang termasuk kelompok paling rentan terhadap infeksi campak.
Data Kemenkes memperlihatkan, sampai minggu ke-9 tahun 2026 kasus positif campak mencapai sebanyak 8.716, dengan suspek 10.826.
Data yang sama memperlihatkan bahwa sekitar 67 persen dari kasus konfirmasi campak tersebut tidak memiliki riwayat imunisasi. Untuk itu pemerintah menggencarkan imunisasi di berbagai daerah guna tindak lanjut pencegahan, termasuk di Kabupaten Madiun.
Pewarta: Louis Rika StevaniEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026