Madiun (ANTARA) - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Madiun menyalurkan 20 ton beras zakat fitrah yang dihimpun selama Ramadhan 1447 Hijriah kepada masyarakat yang berhak menerima atau kaum mustahik di berbagai wilayah di kota tersebut.
Wakil Ketua II Baznas Kota Madiun Eddie Sanyoto di Madiun, Senin, mengatakan pengumpulan zakat fitrah dilakukan sejak awal Ramadhan melalui berbagai unit pengumpul zakat dan masyarakat.
"Alhamdulillah, hingga tanggal 15 Maret 2026 siang, pengumpulan beras zakat fitrah yang masuk melalui Baznas Kota Madiun mencapai sekitar 20 ton. Zakat tersebut langsung kami salurkan kepada para mustahik yang berhak menerimanya," katanya.
Menurutnya, penyaluran zakat fitrah diprioritaskan bagi masyarakat kurang mampu yang tersebar di seluruh kelurahan di Kota Madiun.
Sebanyak 10.675 kilogram beras atau 2.135 paket disalurkan kepada fakir miskin di 27 kelurahan se-Kota Madiun. Selain itu, 6.886 kilogram beras atau 1.377 paket juga diberikan kepada sekolah yang mengajukan kekurangan zakat fitrah, panti asuhan, serta lembaga sosial keagamaan.
Penyaluran zakat fitrah dilakukan agar bantuan dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang membutuhkan, khususnya menjelang Hari Raya Idul Fitri.
"Kami berharap zakat fitrah ini bisa membantu meringankan beban masyarakat yang membutuhkan serta memastikan mereka juga dapat merayakan Lebaran dengan layak," kata dia.
Baznas Kota Madiun juga mengapresiasi partisipasi masyarakat yang telah menyalurkan zakat melalui lembaga resmi tersebut. Dukungan tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat.
Sementara itu, proses penyaluran zakat fitrah diberangkatkan oleh Plt Wali Kota Madiun Bagus Panuntun didampingi Sekda Kota Madiun Soeko dan jajaran Baznas setempat di halaman Balai Kota Madiun.
Diharapkan penyaluran beras zakat fitrah tersebut nantinya dapat bermanfaat bagi warga yang membutuhkan dan berhak.
Pewarta: Louis Rika StevaniEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026