Ngawi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Ngawi, Jawa Timur mulai mengoperasikan fasilitas Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU) di Pasar Hewan Karangrejo, Desa Kandangan, Kecamatan Ngawi sebagai upaya memperkuat sentra peternakan yang terintegrasi.
Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono di Ngawi, Minggu, mengatakan RPHU tersebut menjadi wujud komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan pangan yang higienis, aman, dan berkualitas, sekaligus mendukung perdagangan ternak regional serta peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
"RPHU ini bukan hanya fasilitas pemotongan unggas, tetapi wujud komitmen pemerintah daerah untuk memastikan masyarakat memperoleh pangan yang sehat, higienis, dan halal," katanya.
Bupati Ony menegaskan bahwa keberadaan RPHU juga merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah daerah dalam menjamin ketersediaan daging unggas yang Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH) bagi masyarakat.
RPHU Kabupaten Ngawi yang baru diresmikan tersebut telah dilengkapi dengan teknologi rail system berkapasitas sekitar 500 ekor per jam, fasilitas pemotongan karkas, mesin pembuat es, serta insinerator untuk pengelolaan limbah. Fasilitas itu telah memenuhi standar Nomor Kontrol Veteriner (NKV) dan sertifikasi halal.
Selain menjamin keamanan pangan, RPHU juga diarahkan untuk mengoptimalkan kembali fungsi Pasar Hewan Karangrejo sebagai pusat perdagangan ternak regional. Dukungan infrastruktur yang memadai dinilai mampu mendorong perputaran ekonomi masyarakat dan meningkatkan PAD.
Melalui pengoperasian RPHU, Pasar Hewan Karangrejo diharapkan dapat menjadi sentra peternakan terintegrasi yang mencakup perdagangan ternak ruminansia seperti sapi dan kambing, unggas, hingga sektor perikanan, sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi lokal Kabupaten Ngawi.
"Ngawi memiliki potensi besar di sektor pertanian dan peternakan. Dengan infrastruktur yang memadai dan pengelolaan yang baik, kabupaten ini bisa kembali menjadi sentra perdagangan ternak dan pangan," katanya.
Pewarta: Louis Rika StevaniEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026