Surabaya (ANTARA) - Koordinator Komunikolog Indonesia Suko Widodo mengatakan bahwa pihaknya melakukan diskusi dengan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia Jusuf Kalla mengenai berbagai isu kebangsaan serta komunikasi publik pemerintah.
“Hampir semua, dan kami sependapat bahwa terjadi penurunan kualitas komunikasi pemerintah yang dapat dipahami oleh rakyat. Itu harus kita perbaiki bersama, agar pemerintahan dan bangsa kita berhasil,” kata Suko Widodo di Surabaya, Minggu.
Menurut Suko, pertemuan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus wadah diskusi setelah sebelumnya mereka kerap berdialog dengan Jusuf Kalla mengenai berbagai isu kebangsaan.
Sementara itu komunikolog Gun Gun Heryanto mengatakan pertemuan tersebut juga dimanfaatkan untuk mendengar pandangan Jusuf Kalla terkait dinamika geopolitik internasional.
Perbincangan itu, lanjutnya, seputar pertemuan JK dengan Duta Besar Iran, dan juga terkait posisi Indonesia dalam Board of Peace (BoP),
“Presiden Prabowo sudah menyatakan kalau BoP tidak sejalan dengan visi Indonesia, maka Indonesia akan keluar. Misalnya jika dua minggu ke depan, tidak ada kegiatan perdamaian untuk Palestina, ya kami sarankan kita keluar dari BoP,” tutur Gun Gun.
Dalam dialog tersebut, para komunikolog juga menyinggung sejumlah isu lain seperti transparansi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga penanganan kasus kekerasan terhadap aktivis.
Dalam kesempatan itu, peneliti komunikasi Effendi Gazali, menyatakan pihaknya cukup gembira menyambut ajakan Presiden Prabowo agar tidak selalu memberi laporan asal bapak senang (ABS).
"Saya mengutip ungkapan Rocky Gerung saat bicara pada peluncuran buku Bambang Soesatyo, kalau bicara pada Bapak Presiden jangan menjadi kucing basah,” katanya.
Pewarta: Willi IrawanEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026