Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Kepolisian Resor (Polres) Malang mengimbau pemudik tak ragu memanfaatkan setiap layanan yang dibuka di pos pengaman (pospam), pos pelayanan (posyan), maupun pos terpadu, apabila mendapatkan kendala saat perjalan mudik di wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur.
"Kami mengimbau masyarakat yang melakukan perjalanan mudik agar tidak ragu memanfaatkan pos-pos yang telah disiapkan jika membutuhkan bantuan dari petugas," kata Kepala Polres Malang AKBP Muhammad Taat Resdi di Kabupaten Malang, Sabtu.
Polres Malang total mendirikan delapan pos selama berlangsungnya Operasi Ketupat Semeru 2026, pada 13-25 Maret, dalam rangka mengamankan perjalanan arus mudik, liburan, dan arus balik Idul Fitri 2026.
Delapan pos tersebut, terdiri dari satu Pos Terpadu di Jalan Raya Karanglo atau di sekitar Gerbang Tol Singosari. Untuk posyan ditempatkan kawasan jalur lingkar barat atau jalibar di Jalan Ir Soekarno, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang.
Sedangkan, pospam tersebar di lima lokasi, yakni di Karangploso, Gubugklakah atau akses ke arah Gunung Bromo, Slorok, Kendalpayak, dan di kawasan Jalur Lingkar Selatan (JLS) di Bantur.
Satu pos lainnya adalah pos polisi bergerak untuk melakukan kegiatan patroli di sejumlah jalur rawan macet, seperti jalur Karanglo–Karangploso, Kebonagung–Bendo, Talangagung, hingga kawasan Slorok.
Ia menyampaikan keberadaan delapan pos bertujuan menghadirkan rasa aman dan menjaga keselamatan kepada seluruh pelaku perjalanan mudik di wilayah Kabupaten Malang.
"Setiap pos memiliki fungsi sesuai kebutuhan di lapangan, mulai dari pengamanan jalur, pelayanan informasi hingga bantuan bagi pemudik yang mengalami kendala selama perjalanan," ucap dia.
Selain itu, Polres Malang juga menyiapkan saluran informasi di nomor 110 yang bisa dimanfaatkan oleh pelaku perjalanan.
"Layanan 110 kami siapkan supaya masyarakat bisa cepat menyampaikan laporannya dan ini bebas pulsa," tuturnya.
Pewarta: Ananto PradanaEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026