“Komunikasi terus berjalan dan mudah-mudahan hubungan ini semakin berkembang serta membawa manfaat bagi kedua pihak di masa mendatang,” katanya.

Surabaya (ANTARA) - Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok (RRT) di Surabaya Ye Su menyalurkan paket Ramadhan kepada sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam di Jawa Timur sebagai bentuk persahabatan dan solidaritas kepada umat Muslim.

“Kami tahu bahwa Ramadhan adalah salah satu hari raya paling penting bagi umat Muslim. Kami mendoakan agar semua orang mendapatkan kebahagiaan, keberuntungan, dan kedamaian,” kata Ye Su di Kantor Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur di Surabaya, Jumat.

Ia mengatakan kedatangannya mewakili pemerintah dan rakyat Tiongkok untuk menyampaikan ucapan selamat Ramadhan kepada umat Muslim di Indonesia sekaligus mempererat hubungan persaudaraan antara komunitas Muslim kedua negara.

Menurut dia, bantuan yang diberikan berupa paket makanan dan kebutuhan pokok sehari-hari yang dapat dimanfaatkan oleh keluarga masyarakat.

Konsulat Jenderal Tiongkok di Surabaya juga melakukan kunjungan ke sejumlah organisasi keagamaan di Jawa Timur, antara lain Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, Muslimat Nahdlatul Ulama, serta Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur.

Melalui kerja sama dengan organisasi keagamaan tersebut, pihaknya berharap dapat memperkuat fondasi persahabatan antara Tiongkok dan Indonesia.

Ye Su juga menyampaikan bahwa Islam telah hadir di Tiongkok lebih dari 1.300 tahun dan saat ini terdapat sekitar 20 juta umat Muslim di negara tersebut, termasuk masyarakat Uighur di Xinjiang.

Ia menambahkan, belum lama ini sidang tahunan “Dua Sesi” Tiongkok yakni Kongres Rakyat Nasional Tiongkok dan Majelis Permusyawaratan Politik Rakyat Tiongkok telah selesai dilaksanakan dan menghasilkan sejumlah keputusan penting terkait pembangunan negara tersebut.

“Salah satu hasil terpenting adalah disetujuinya rencana lima tahun ke-15 yang menggariskan cetak biru pembangunan Tiongkok. Dalam lima tahun ke depan, Tiongkok akan terus memperkuat keterbukaan tingkat tinggi dan Indonesia diyakini dapat memperoleh manfaat dari modernisasi ala Tiongkok,” ujarnya.

Ia mengatakan persahabatan antarnegara bergantung pada kedekatan antarrakyat, sementara kedekatan antarrakyat bergantung pada saling memahami.

Menurut dia, peradaban Tiongkok dan peradaban Islam sama-sama menjunjung nilai toleransi, harmoni dalam perbedaan, serta semangat saling membantu.

“Kami bersedia bekerja sama dengan berbagai kalangan di wilayah konsuler untuk melanjutkan persahabatan tradisional dan memperkokoh dasar persahabatan rakyat, sehingga persahabatan Tiongkok dan Indonesia dapat memberi manfaat bagi masyarakat kedua negara,” katanya.

Ia juga mengundang lebih banyak masyarakat Muslim Indonesia untuk berkunjung ke Tiongkok guna meningkatkan saling pengertian dan mempererat persahabatan.

Sementara itu, Ketua PWNU Jawa Timur KH Abdul Hakim Mahfudz atau Kiai Kikin menyambut baik kegiatan tersebut karena dinilai memberi manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Kegiatan ini sangat baik. Ini merupakan bentuk simpati dari pemerintah Tiongkok, apalagi menjelang Lebaran ada pembagian paket sembako yang memang dibutuhkan masyarakat, terutama yang kurang mampu,” ujarnya.

Ia menambahkan hubungan antara Nahdlatul Ulama (NU) dan pihak Konsulat Jenderal Tiongkok selama ini berjalan baik melalui komunikasi dan berbagai kegiatan bersama.

Menurut dia, sebelumnya sejumlah perwakilan NU juga diundang berkunjung ke Tiongkok untuk melihat perkembangan masyarakat di negara tersebut serta berinteraksi dengan komunitas Muslim setempat.

“Komunikasi terus berjalan dan mudah-mudahan hubungan ini semakin berkembang serta membawa manfaat bagi kedua pihak di masa mendatang,” katanya.

Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur Tamhid Masyudi mengatakan kerja sama dengan berbagai pihak di Tiongkok juga memberi banyak pelajaran, terutama terkait percepatan pembangunan dan kepedulian sosial kepada masyarakat.

Ia mencontohkan Muhammadiyah Jawa Timur juga melakukan kegiatan sosial pada Desember hingga Januari lalu dengan membantu korban bencana banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, antara lain melalui bantuan rekonstruksi, penyediaan air bersih, serta dukungan kebutuhan masyarakat terdampak.

Tamhid menambahkan kerja sama dengan pihak di Tiongkok juga mencakup rencana kunjungan tim Muhammadiyah ke sejumlah kota di negara tersebut pada April mendatang, termasuk ke Guangzhou dan Tianjin.

Menurut dia, kunjungan tersebut juga akan diikuti rencana kunjungan balasan dari pemerintah dan rumah sakit di Tianjin ke Jawa Timur pada Oktober mendatang.

“Kerja sama ini juga mencakup hubungan antar rumah sakit. Ada rencana membuka klinik di sini dan menjalin kolaborasi layanan kesehatan,” katanya.

Selain itu, kata dia, kerja sama juga akan dikembangkan dalam bidang pendidikan melalui pengiriman pelajar untuk belajar di Tiongkok sebagai tahap awal pertukaran pendidikan.

Ia menambahkan rombongan Muhammadiyah juga berencana mengunjungi sejumlah rumah sakit di Tiongkok yang telah menerapkan teknologi operasi robotik sebagai bagian dari pembelajaran pengembangan layanan kesehatan.

“Ini juga terkait pengembangan pendidikan dan kurikulum serta penguatan kerja sama di bidang kesehatan dan pendidikan,” ujarnya.



Pewarta: Willi Irawan
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026