Jika dikelola secara optimal, desa wisata bisa menjadi basis ekosistem ekonomi baru bagi daerah
Surabaya (ANTARA) - Anggota Dewan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur Puguh Wiji Pamungkas, menyebut wilayah Kabupaten Malang, memiliki potensi besar untuk mengembangkan desa wisata dengan memanfaatkan potensi alam, budaya, dan ekonomi kreatif masyarakat di wilayah setempat.
“Jika dikelola secara optimal, desa wisata bisa menjadi basis ekosistem ekonomi baru bagi daerah,” kata Puguh, dalam keterangan yang diterima di Surabaya, Jawa Timur, Jumat.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, terdapat lebih dari 390 desa di wilayah Kabupaten Malang yang memiliki potensi wisata.
Dengan potensi itu, lanjutnya, pengembangan desa wisata tidak hanya meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru melalui berbagai sektor, seperti kuliner lokal, penginapan berbasis homestay, hingga produk ekonomi kreatif desa.
Menurutnya, jika seluruh potensi desa wisata tersebut dapat dikelola secara maksimal, nilai ekonomi yang dihasilkan diperkirakan bisa mencapai sekitar Rp1,2 triliun hingga Rp1,5 triliun per tahun.
Potensi nilai ekonomi tersebut berasal dari berbagai aktivitas yang terhubung dengan sektor pariwisata, antara lain tiket masuk destinasi wisata, penjualan kuliner khas, layanan penginapan, serta produk kerajinan masyarakat.
“Ini bisa menjadi tulang punggung ekonomi daerah di tengah tantangan fiskal yang semakin tidak mudah,” ujarnya.
Pada 2025, penerimaan dari pajak hiburan sektor wisata di Kabupaten Malang tercatat mencapai Rp7,9 miliar atau mendekati target Rp8,02 miliar.
Meski memiliki peluang besar, Puguh menilai pengembangan desa wisata membutuhkan strategi yang terarah agar manfaat ekonominya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat desa.
Sejumlah langkah yang perlu dilakukan antara lain penguatan infrastruktur menuju destinasi desa wisata, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pengembangan produk wisata yang lebih beragam.
Ia menambahkan Malang memiliki keunggulan dari sisi potensi wisata alam seperti pantai, gunung, dan air terjun, serta kekayaan budaya dan kuliner khas yang dapat menjadi daya tarik wisata.
Selain itu, pengembangan desa wisata juga perlu didukung dengan model bisnis berbasis komunitas agar masyarakat desa menjadi pelaku utama dalam kegiatan ekonomi pariwisata.
Pewarta: Faizal FalakkiEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026