Banyuwangi (ANTARA) - Polresta Banyuwangi, Jawa Timur, mengerahkan sebanyak 410 personel gabungan dalam kegiatan pengamanan arus mudik dan balik Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Ratusan personel gabungan itu terdiri dari unsur Polresta Banyuwangi, Kodim 0825, Pemkab Banyuwangi dan instansi terkait lainnya.

"Operasi ketupat ini tidak hanya fokus pada arus mudik, tetapi seluruh aktivitas masyarakat yang berkaitan dengan perayaan Idul Fitri. Kami ingin memastikan semuanya berjalan aman dan lancar," kata Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rofiq Ripto Himawap saat memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Semeru, di halaman Polresta Banyuwangi, Kamis.

Personel gabungan tersebut, lanjut dia, nantinya disiagakan di 10 pos pengamanan strategis, dan petugas nantinya juga ditempatkan di sejumlah objek-objek vital seperti masjid, pusat perbelanjaan, tempat wisata, terminal, bandara, stasiun, hingga pelabuhan.

Dalam kesempatan itu, Rofiq menginstruksikan jajarannya untuk meningkatkan patroli rutin, khususnya pada jam dan titik rawan kriminalitas.

Dia juga meminta agar para personel melakukan pendataan rumah-rumah kosong yang ditinggal mudik serta membuka layanan penitipan kendaraan di kantor kepolisian.

"Sesuai instruksi Bapak Kapolri, kami wajib memastikan masyarakat yang bepergian saat Lebaran merasa aman dan nyaman, baik selama perjalanan maupun saat meninggalkan rumah," kata Kapolresta Rofiq.

Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono yang hadir dalam apel tersebut menyampaikan dukungan penuh dari pemerintah daerah terhadap pengamanan Lebaran.

Ia menyampaikan, Pemkab Banyuwangi menyiagakan pos pelayanan kesehatan dan pos pengamanan di sejumlah titik strategis, termasuk di kawasan Pelabuhan Ketapang.

"Kami pastikan layanan kesehatan siaga di jalur utama, pusat keramaian dan kawasan wisata, harapannya masyarakat bisa mudik dan berlibur dengan aman dan nyaman," kata Mujiono.



Pewarta: Novi Husdinariyanto
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026