Surabaya (ANTARA) - Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU) bersama Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Jatim melakukan sinergisitas dalam rangka memperkuat persamaan dan kebersamaan.

Ketua Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU) Abdullah Syamsul Arifin atau Gus Aab di Surabaya, Kamis mengatakan pertemuan yang berlangsung pada bulan Ramadhan ini menjadi ajang silaturahim untuk memperkuat ukhuwah di tengah keberagaman umat Islam.

Dalam pertemuan tersebut, Gus Aab menjelaskan bahwa silaturahim merupakan ajaran penting dalam Islam untuk menjaga dan mempererat hubungan antarsesama, terutama pada momentum Ramadhan.

"Bahasa menyambung itu adalah meluruskan benang yang kusut atau menggandengkan kembali sesuatu yang terkesan putus atau memang betul-betul putus. Itu sebetulnya hakikat silaturahim," ujar Gus Aab.

Menurut dia, berbagai perbedaan di tengah masyarakat dapat memunculkan potensi kesalahpahaman, baik karena perbedaan arah, kepentingan, maupun aspirasi. Karena itu, silaturahim menjadi sarana untuk menjaga hubungan tetap baik.

"Untuk bisa saling memahami maka satu dengan yang lain harus saling menyelami. Dari situ akan muncul keinginan untuk terus menjaga kebersamaan," katanya.


Sekretaris DPW LDII Jawa Timur Bambang Raditya Purnomo menyampaikan apresiasi atas kunjungan Gus Aab ke kantor DPW LDII Jawa Timur.

"Alhamdulillah kami sangat bersyukur dan berbahagia. Terima kasih Gus Aab berkenan silaturahim dengan kami keluarga besar LDII Jawa Timur. Kami banyak menerima nasihat dan tausiyah dari beliau," ujar Bambang.

Menurut dia, pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan.

"Pada prinsipnya kita saling menyejukkan, saling menguatkan. Kita tadi juga sama-sama mendengar bahwa kita perlu mencari persamaan yang bisa mempertemukan dan memperkecil perbedaan-perbedaan yang ada," katanya.

Ia menambahkan, berbagai organisasi Islam memiliki tujuan yang sama dalam membina umat.

"Karena pada dasarnya kita sama-sama membangun umat, sama-sama ingin membawa umat agar bisa hidup damai dan bahagia di dunia maupun akhirat," ujar Bambang.



Pewarta: Indra Setiawan
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026