Surabaya (ANTARA) - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya Arif Fathoni mendorong pendatang yang akan masuk ke wilayah Kota Surabaya, Jawa Timur, harus memiliki keahlian seiring meningkatnya urbanisasi usai Lebaran.

"Arus perpindahan penduduk dari daerah ke Surabaya merupakan konsekuensi logis dari posisi kota tersebut sebagai pusat perdagangan, jasa, dan industri di Jawa Timur," katanya.

Ia mengatakan, Surabaya sebagai ibu kota Jawa Timur memang tidak bisa menolak datangnya warga dari kabupaten atau kota lain yang ingin memperbaiki nasib dibandingkan di daerah asalnya.

Menurutnya, urbanisasi yang tidak terkelola berpotensi menimbulkan persoalan sosial di kota besar. Untuk itu, diperlukan koordinasi antara pemerintah kota, pemerintah provinsi serta pemerintah daerah asal pendatang.

Fathoni menilai pemerintah perlu memastikan bahwa masyarakat yang datang ke Surabaya memiliki keterampilan atau rencana pekerjaan yang jelas.

"Yang perlu dilakukan adalah bagaimana Pemkot Surabaya meminta Pemprov Jawa Timur untuk berkomunikasi dengan kabupaten dan kota asal pendatang. Sehingga, yang datang ke Surabaya setidaknya memiliki skill dan sudah memiliki rencana kerja," ujarnya.

Ia mengingatkan, jika arus urbanisasi tidak diimbangi kesiapan sumber daya manusia (SDM), maka akan berdampak pada meningkatnya angka pengangguran terbuka di Kota Pahlawan. 

"Kondisi tersebut juga berpotensi memicu meningkatnya kriminalitas serta mengganggu efektivitas program-program sosial pemerintah," katanya.

Sebagai informasi, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi sebelumnya telah menginstruksikan camat, lurah, serta pengurus RT dan RW untuk memperketat pengawasan terhadap pendatang baru dan memastikan mereka memiliki tujuan jelas saat datang ke Surabaya.

Fathoni menilai, salah satu solusi jangka panjang untuk menekan urbanisasi adalah pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Jawa Timur.

Menurutnya, saat ini beberapa daerah yang sebelumnya menjadi penyumbang urbanisasi terbesar sudah mulai mengalami pertumbuhan ekonomi, terutama dengan hadirnya kawasan industri dan manufaktur. Kondisi tersebut dinilai dapat membantu mengurangi tekanan urbanisasi ke Surabaya.

"Daerah-daerah yang dulunya penyumbang urbanisasi terbesar sekarang mulai tumbuh secara ekonomi, terutama dengan hadirnya industri manufaktur. Ini bisa mengurangi ledakan penduduk di Surabaya setiap habis Lebaran," ujarnya.



Pewarta: Indra Setiawan
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026