Sampang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim melakukan revitalisasi sebanyak 60 sekolah di Pulau Madura guna mendukung program Mama Mau Naik Kelas/Madura Maju, Madura Unggul yang dicanangkan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.
"Dari 60 sekolah yang menjadi sasaran revitalisasi ini, di antaranya 7 SMA, 5 SMK, dan 3 SLB berada di Kabupaten Sampang," kata Bupati Sampang Slamet Junaidi di sela acara safari Ramadhan di Sampang, Jawa Timur, Senin.
Ia menjelaskan, program Mama Mau Naik Kelas yang diinisiasi Gubernur Jatim itu sebagai langkah strategis percepatan peningkatan mutu pendidikan dan kualitas sumber daya manusia (SDM) di wilayah Madura.
Gubernur menilai bahwa program ini bukan sekadar slogan, melainkan gerakan terukur untuk mendorong Madura memiliki keunggulan kompetitif dan komparatif di bidang pendidikan.
"Menurut pandangan gubernur, kemajuan suatu daerah bukan hanya diukur melalui parameter global, seperti penurunan angka kemiskinan, pertumbuhan ekonomi, kualitas layanan kesehatan, serta mutu pendidikan yang berdaya saing. Program ini bukan juga untuk mengukur maju atau tidak maju, namun ada kemajuan yang diukur oleh dunia Mama Mau Naik Kelas, Madura maju Madura unggul berarti punya keunggulan kompetitif dan komparatif," kata bupati.
Selain itu, sambung dia, program tersebut juga diarahkan untuk memperkuat literasi siswa, sekaligus meningkatkan angka partisipasi lulusan SMA/SMK di Madura yang melanjutkan ke Perguruan Tinggi.
Sejumlah langkah strategis telah disiapkan, antara lain penunjukan 12 SMA Negeri sebagai sekolah percontohan, pendataan dan pemetaan potensi siswa dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), serta penguatan akademik untuk Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) melalui intensifikasi materi persiapan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK).
Selain itu, dilakukan asesmen dan try out UTBK-SNBT secara berkala disertai analisis hasil guna meningkatkan kesiapan siswa menghadapi seleksi masuk PTN.
Khofifah mendorong seluruh kepala sekolah di Madura untuk memiliki semangat kolektif dalam mengantarkan lebih banyak siswa menembus perguruan tinggi negeri.
Sebagai bentuk afirmasi, Pemprov Jawa Timur juga menyiapkan skema penghargaan berupa tambahan revitalisasi infrastruktur bagi sekolah yang mampu meningkatkan capaian kelulusan siswanya di jalur UTBK maupun SNBT secara signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Pencanangan program Mama Mau Naik Kelas ini sebelumnya dilakukan oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersamaan dengan revitalisasi dan rehabilitasi sarana dan prasarana pada 60 satuan pendidikan di empat kabupaten di Pulau Madura pada 5 Maret 2026.
Revitalisasi tersebut bertujuan meningkatkan kualitas, kenyamanan dan keamanan lingkungan belajar, sekaligus mendukung pemerataan akses dan mutu pendidikan menengah serta pendidikan khusus. Dengan sarana prasarana yang lebih representatif, diharapkan tercipta ekosistem pendidikan yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan.
"Peningkatan mutu pendidikan harus dibarengi dengan peningkatan kualitas layanan pendidikan, para siswa dan guru merasa nyaman dalam proses transfer ilmu, maksimal dan optimal didukung dengan fasilitas penunjang yang komprehensif," kata gubernur
Khofifah menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan pemerintah pusat dalam mendorong percepatan pembangunan SDM Madura.
Menurutnya, kerja keras yang terintegrasi menjadi kunci agar transformasi pendidikan di Madura dapat berjalan optimal.
Pewarta: Abd AzizEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.