Bojonegoro (ANTARA) - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur Budiono menegaskan komitmennya memperjuangkan kesejahteraan guru madrasah dengan menjadikan usulan tenaga pendidik ke dalam program kerja legislatif.

"Saya siap mengawal berbagai usulan terkait kesejahteraan guru madrasah swasta di tingkat Provinsi Jawa Timur, aspirasi yang disampaikan para guru akan menjadi bagian dari perjuangannya di lembaga legislatif," kata Budiono di Bojonegoro, Jawa Timur, Minggu.

Budiono menyatakan ada tiga poin utama yang akan diperjuangkan yakni pengawalan aspirasi guru swasta agar memperoleh perhatian kebijakan yang lebih adil dari pemerintah.

Tak hanya itu, pihaknya juga mengusulkan skema insentif berbasis tiga klaster mulai guru sertifikasi, guru non-sertifikasi dan tenaga kependidikan (tendik).

Kemudian juga memberikan motivasi kepada para pendidik agar tetap konsisten menjalankan tugasnya meskipun menghadapi berbagai tantangan.

"Jangan pernah capek menjadi pendidik, saya di legislatif akan terus berusaha menjadi jembatan agar setiap aspirasi yang bapak ibu sampaikan dapat membuahkan hasil nyata bagi kesejahteraan keluarga besar madrasah," ujarnya.

Menurut dia, adanya sosialisasi toleransi dan keadilan sosial ini tidak hanya membahas pentingnya toleransi dan keberagaman dalam kehidupan bermasyarakat.

"Namun keadilan sosial bagi para pendidik merupakan bagian penting dari upaya membangun Bangsa," jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, ketua Forum Guru Sertifikasi Nasional Indonesia (FGSNI) Kabupaten Bojonegoro, Moh Burhanudin menyampaikan bahwa para guru yang mengabdi di madrasah sering kali belum memperoleh perhatian yang sebanding dengan kontribusi mereka dalam mencerdaskan generasi Bangsa.

"Harapannya pemerintah dapat memberikan perhatian lebih terhadap guru madrasah yang berada di bawah naungan Kementerian Agama Republik Indonesia, khususnya di Kabupaten Bojonegoro," katanya.



Pewarta: Muhammad Yazid
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026