Madiun (ANTARA) - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) meresmikan Loka Pengawasan Obat dan Makanan (POM) di kompleks Pendapa Muda Graha, untuk memperkuat pengawasan obat dan makanan di wilayah Madiun Raya, Jawa Timur.

"Dengan berdirinya Loka POM di Madiun ini kita harapkan mampu memperkuat pengawasan obat dan makanan bagi masyarakat di wilayah Madiun dan sekitarnya," ujar Bupati Madiun Hari Wuryanto saat pengukuhan di Madiun, Jumat (6/3/2026).

Pengukuhan Loka POM di Kabupaten Madiun tersebut dilakukan bersamaan dengan Kabupaten Bone Provinsi Gorontalo dan tujuh daerah lainnya secara luring dan daring dengan disaksikan oleh Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Prof Taruna Ikrar.

Kegiatan di Loka POM Madiun ditandai dengan pengguntingan pita oleh Hari bersama Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Surabaya Yudi Noviandi. 

Menurut Hari, kehadiran unit pelaksana teknis (UPT) tersebut diharapkan mendekatkan pelayanan pengawasan obat dan makanan bagi masyarakat di wilayah Madiun Raya.

Selain itu, keberadaan kantor tersebut juga mendukung pengawasan berbagai program strategis nasional, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

"Dengan kemajuan informasi yang luar biasa ini, pengawasan makanan dan obat sangat diperlukan, termasuk untuk memastikan keamanan makanan dalam program MBG," katanya.

Bupati Madiun menambahkan, keberadaan Loka POM juga akan mempermudah koordinasi antara pemerintah daerah dengan lembaga pengawas tersebut. Terutama dalam pembinaan dan sosialisasi kepada pelaku usaha makanan maupun usaha mikro kecil menengah (UMKM).

"Selama ini koordinasi harus dilakukan dengan kantor BBPOM di Surabaya sehingga membutuhkan waktu lebih lama. Kalau sudah ada di sini koordinasi akan lebih dekat, sehingga sosialisasi lebih cepat," katanya.
 

Kegiatan peresmian kantor Loka POM yang dihadiri Bupati Madiun Hari Wuryanto bersama Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Surabaya Yudi Noviandi, Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita dan lainnya di kompleks Pendapa Muda Graha Madiun, Jumat (6/3/2026). ANTARA/HO-Prokopim Kab Madiun/vft.

Sementara itu, Kepala BBPOM Surabaya Yudi Noviandi menjelaskan pembentukan Loka POM itu juga mempertimbangkan posisi wilayah Madiun Raya yang cukup jauh dari Surabaya.

Ia menjelaskan, BPOM ingin menghadirkan layanan yang lebih dekat kepada masyarakat, selain juga untuk memperkuat pengawasan keamanan pangan, khususnya dalam mendukung program prioritas nasional. 

"Kami ingin hadir lebih dekat kepada masyarakat sekaligus mengawal program prioritas presiden seperti makan bergizi gratis," katanya.

Yudi menambahkan, Loka POM itu akan mulai aktif pada 1 April 2026 dengan menempatkan sejumlah personel di kantor sementara di kompleks Pendapa Muda Graha. 

Loka POM nantinya memiliki sejumlah fungsi layanan di antaranya melakukan sampling dan pengujian obat maupun makanan, pemeriksaan sarana produksi dan distribusi, hingga penindakan jika ditemukan pelanggaran hukum di bidang obat dan makanan. 

Selain itu juga melakukan komunikasi, menyampaikan informasi, serta edukasi kepada masyarakat dan pelaku usaha.

Dalam jangka panjang, BPOM juga menyiapkan pembangunan kantor permanen di Caruban. Pemerintah Kabupaten Madiun telah menghibahkan lahan seluas sekitar 6.000 meter persegi di kawasan kantor Bupati Madiun. 
 



Pewarta: Louis Rika Stevani
Editor : Vicki Febrianto

COPYRIGHT © ANTARA 2026