Kediri (ANTARA) - Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, mencatat nilai investasi yang masuk mencapai angka Rp1,66 triliun pada 2025, yang bersumber dari 23 sektor usaha dengan total unit usaha sebanyak 9.817 unit.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Kediri Edi Darmasto mengemukakan kontribusi terbesar investasi berasal dari pelaku usaha yang melaporkan laporan kegiatan penanaman modal dengan nilai Rp1,035 triliun atau sekitar 62 persen.

"Sektor dengan investasi terbesar, paling tinggi dari transportasi, gudang dan telekomunikasi. Kedua dari perdagangan dan reparasi. Ketiga adalah perumahan, kawasan industri dan perkantoran, keempat jasa lainnya, dan kelima adalah hotel dan restoran,” kata Edi di Kediri, Kamis (5/3).

Ia juga menambahkan dari sisi jumlah unit usaha pada 2025 menunjukkan struktur investasi cukup seimbang antara sektor jasa, perdagangan, transportasi, dan properti. Kemudian dari sisi penyerapan tenaga kerja menunjukkan dampak ekonomi riil.

Apabila dibandingkan dengan tahun 2024, realisasi investasi Kota Kediri mengalami peningkatan yang signifikan dengan pertumbuhan sekitar 7,5 persen dibanding realisasi investasi tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp1,54 triliun.

Edi menambahkan faktor yang paling mempengaruhi pertumbuhan investasi, yakni terjadinya kenaikan dari beberapa sektor, dengan urutan paling tinggi yakni perumahan, kawasan industri dan perkantoran sebesar Rp187,5 miliar, transportasi, gudang dan telekomunikasi naik sebesar Rp82,7 miliar, pembangunan Jalan Tol Kediri Tulung Agung yang memiliki akses utama ke Bandara Dhoho Kediri.

Namun, usaha mikro kecil tetap berperan signifikan dalam jumlah unit usaha dan penyerapan tenaga kerja dengan nilai Rp627,6 miliar.

Ia mengatakan Pemkot Kediri memiliki strategi dalam mencapai nilai investasi tersebut, antara lain melalui penyederhanaan dan percepatan perizinan, memberikan pelayanan proaktif dan pendampingan investor, menyediakan data dan informasi peluang investasi, melakukan promosi dan kerjasama investasi, menyiapkan iklim usaha yang kondusif.

"Juga membangun zona integritas dari predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK) menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), menjalankan enam kebijakan mutu sesuai ISO 9001- 2015,” katanya.

Edi menargetkan capaian investasi sebesar 1,6 triliun pada 2026, dengan sektor prioritas, yakni meetings, incentives, conferences, and exhibitions (MICE) khususnya yang terkait dengan program unggulan Wali Kota Kediri, yaitu Kediri City Tourism (D’CITO ), sektor transportasi, gudang, dan telekomunikasi, dan sektor perdagangan.

"Kami optimistis target investasi Kota Kediri tahun 2026 sebesar Rp1,6 triliun bisa tercapai," katanya.



Pewarta: Asmaul Chusna
Uploader : Taufik
COPYRIGHT © ANTARA 2026