Bojonegoro (ANTARA) - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur berupaya menarik wisatawan untuk mengunjungi wilayah setempat dengan diselenggarakannya concert 'Love Live Legendary' bersama Ari Lasso.

"Kabupaten Bojonegoro terus berupaya meningkatkan kunjungan wisata dengan mengadakan event nasional seperti konser ini," kata Kepala Disbudpar Kabupaten Bojonegoro, Elzadeba Agustina di Bojonegoro, Kamis.

Elza menyebut bahwa Kabupaten Bojonegoro sangat layak mengadakan dan ditempati event-event nasional seperti ini, selain tempatnya yang aman dan nyaman juga memberikan kesan.

Serta melalui konser tersebut untuk mewujudkan visi Bojonegoro yakni Bahagia, Makmur dan Membanggakan. Sekaligus memberikan dampak positif untuk masyarakat Bojonegoro.

"Adanya konser bersama Ari Lasso ini diharapkan berdampak bagi masyarakat Bojonegoro, baik perekonomian, UMKM maupun yang lainnya," jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, marketing komunikasi Imagine, Asha Aurora mengatakan bahwa berbagai persiapan telah dilakukan untuk penyelenggaraan konser di Gedung Olahraga (GOR) Utama Bojonegoro pada 25 April 2026.

"Kami sudah survey tempat untuk memetakan lokasi demi keamanan dan kenyamanan penonton," terangnya.

Menurut dia, dari kapasitas lokasi sekitar 5.000 penonton panitia akan menyediakan tiket sekitar 3.000 sampai 5.000 tiket.

Selain itu terkait keamanan, pihaknya akan berkolaborasi dengan TNI, Polri, Dishub dan melibatkan keamanan internal dari panitia, serta menempatkan tim kesehatan dilokasi yang strategis.

"Supaya penonton dapat merasa nyaman menikmati konser tersebut bersama orang-orang terdekat," ungkapnya.

Ditambahkan, konser Love Live Legendary menghadirkan Ari Lasso sang legenda musik Indonesia menjadi soundtrack kehidupan lintas generasi.

Sedangkan Idgitaf menjadi figur perwakilan suara Gen Z yang mewakili kegelisahan, pencarian jati diri dan cinta masa kini. Sementara Donnie Sibarani sebagai ikon romansa dan lagu-lagu patah hati era 2000an.

"Love Live Legendary sengaja menghadirkan jajaran musisi lintas generasi yang merajut benang merah romansa dari masa ke masa," katanya.



Pewarta: Muhammad Yazid
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026