Kalau dekat dengan Al Quran, harapannya punya akhlak Quran yang bisa terus menebar kebaikan
Surabaya (ANTARA) - Dewan Pimpinan Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (DPW PKS) Jawa Timur menggelar Musabaqah Hifzhil Quran (MHQ) tingkat wilayah yang sekaligus menjadi ajang seleksi untuk tingkat nasional, dan diikuti perwakilan dari 38 dewan pimpinan daerah (DPD) kabupaten/kota.
“Ini bukan hanya musabaqah biasa. Sejak berangkat dari daerah, para malaikat sudah mengepakkan sayapnya mengawal para penghafal Al Quran,” ujar Sekretaris DPW PKS Jawa Timur Muhamad Syadid di Surabaya, Jawa Timur, Minggu.
Menurut Syadid, seluruh peserta yang hadir merupakan hasil seleksi terbaik dari masing-masing daerah dan dari forum ini akan dipilih perwakilan Jawa Timur untuk bersaing di tingkat nasional.
“Jangan hanya membawa pulang tropi. Sepulang dari sini, tugasnya adalah menghadirkan pelayanan di tengah masyarakat. Kalau dekat dengan Al Quran, harapannya punya akhlak Quran yang bisa terus menebar kebaikan,” katanya.
Ketua Panitia Ramadhan DPW PKS Jatim Darmidi menambahkan pelaksanaan MHQ secara berjenjang dari tingkat daerah hingga wilayah menunjukkan konsistensi pembinaan kader berbasis nilai spiritual.
“Hari ini kita membuktikan bahwa Jawa Timur memiliki potensi besar para huffazh dari kalangan kader. Ini bisa menjadi gerakan besar pembinaan Al Quran ke depan,” ujarnya.
Di antara peserta, Harianto (57) yang merupakan seorang tunanetra asal Kota Madiun telah menghafal 11 juz Al-Qur’an dan tampil melantunkan ayat-ayat suci dengan lancar di hadapan peserta dan penguji.
"Kalau orang yang bisa melihat cukup bawa satu mushaf kecil, bisa dikantongi. Kalau saya, satu juz satu buku braille tebal. Kalau 30 juz bisa satu becak. Maka saya pikir, lebih baik dimasukkan ke kepala saja supaya ringan dibawa,” ujarnya saat ditanya alasannya menghafal Al Quran, meski tidak bisa melihat.
Harianto menghafal melalui mushaf braille dan murotal yang ia dengarkan berulang-ulang. Ia mengaku tidak pernah terpikir mengikuti lomba dan menghafal Al Quran sebagai bentuk syukur serta kebutuhan pribadi.
“Saya hanya ingin dekat dengan Al Quran,” kata Harianto yang ingin menyelesaikan 30 juz.
Salah satu penguji dari Biro Al Quran Badan Koordinasi Anggota dan Kepemimpinan (BKAP) DPW PKS Jatim, Komari, mengaku terharu saat menilai bacaan Harianto.
“Bacaan beliau sangat bagus dan hafalannya kuat. Ini pelajaran besar bagi kita semua. Kalau beliau yang memiliki keterbatasan saja bisa menghafal 11 juz, apa alasan kita yang sehat untuk tidak dekat dengan Al-Qur’an?” ujarnya.
Pewarta: Willi IrawanEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026