Kediri (ANTARA) - Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, mendorong minat baca masyarakat terutama remaja dengan menghadirkan Roeang Baca Buku di Cafe (Robusca) yang didirikan di Kelurahan Kaliombo, Kota Kediri.
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, di Kediri, Sabtu, mengemukakan kehadiran Roeang Baca Buku di Cafe (Robusca) ini tentunya menjadi inovasi yang mampu mendorong budaya literasi dan minat baca di tengah masyarakat.
"Ini adalah inovasi yang bagus. Kafe biasanya hanya dikenal tempat makan dan minum tetapi di sini kita lihat bisa menjadi ruang diskusi, interaksi, dan literasi," katanya.
Menurut dia, kehadiran Robusca menjadi langkah strategis untuk mendekatkan masyarakat dengan buku dalam suasana yang santai dan nyaman. Hal ini juga sejalan dengan visi Kota Kediri MAPAN, yakni pada misi Produktif.
Mbak Wali, sapaan akrabnya, mengungkapkan adanya ruang baca di kafe ini bukan hanya simbol, namun harus benar-benar hidup.
"Apalagi di tengah perkembangan zaman, budaya membaca harus terus dijaga. Membaca menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia," ujarnya.
Dia berharap semakin banyak kafe yang berkolaborasi dengan Dinas Arsip dan Perpustakaan (Disarpus) Kota Kediri untuk menyediakan ruang baca.
Tidak hanya menyediakan buku secara fisik namun juga buku digital, sebab saat ini banyak anak-anak lebih suka memegang gawai.
"Adanya buku digital juga salah satu upaya meningkatkan literasi. Semoga ke depan tidak hanya ruang baca namun juga ada kelas menulis, bedah buku maupun bedah karya. Jadi, kafe lebih hidup lagi tidak sekedar tempat makan dan minum," kata dia.
Wali Kota Kediri juga memberikan apresiasi kepada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Kediri yang telah menginisiasi program Robusca dan Transliteria, berkolaborasi dengan Dishub, Diskominfo Kota Kediri, dan kafe untuk menghadirkan ekosistem baca gaya baru di Kota Kediri.
Kolaborasi ini, kata dia, menjadi bukti bahwa membangun budaya literasi tidak bisa dilakukan sendiri sehingga perlu adanya kerja sama antara pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan tentu saja generasi muda.
"Semoga ke depan program ini terus berkembang tidak hanya di Cafe Ngangeni ini saja. Diharapkan kafe ini menjadi tempat lahirnya gagasan-gagasan dari generasi muda. Sehingga kafe ini juga dapat membantu meningkatkan kualitas sumber daya manusia kita," ujarnya.
Kepala Disarpus Kota Kediri Chevy Ning Suyudi mengatakan program Robusca ini mendekatkan layanan Disarpus ke kafe-kafe. Untuk kafe yang menyediakan ruang baca, Disarpus akan menyediakan buku dan raknya termasuk sistem untuk membaca buku digital dan lainnya.
"Kami dekatkan perpustakaan ini di kafe. Karena trennya anak muda ini lebih suka untuk bersosialisasi di kafe," kata dia.
Untuk mendorong budaya literasi dan meningkatkan minat baca, selain program Robusca juga membuat program Transportasi Literasi Ceria (TransLiteria).
Para peserta diajak membaca buku di atas Bus Satria dengan berkeliling Kota Kediri. Selama perjalanan para peserta juga dijelaskan landmark Kota Kediri.
Program ini, kata dia, telah berjalan dan peserta yang ingin bergabung bisa mendaftar melalui link yang dibagikan.
Pewarta: Asmaul ChusnaUploader : Abdullah Rifai
COPYRIGHT © ANTARA 2026