Situbondo (ANTARA) - Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resor Situbondo, Jawa Timur, telah memeriksa dan memintai keterangan sebanyak 11 orang saksi insiden ledakan bahan petasan yang mengakibatkan dua orang meninggal dan lima korban lainnya luka bakar.

Kasat Reskrim Polres Situbondo AKP Agung Hartawan mengungkapkan sampai saat ini ada belasan orang saksi diperiksa untuk dimintai keterangannya sejak insiden ledakan petasan di rumah Ibu Kulsum (60) di Dusun Mimbo, Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, pada Rabu (18/2) pekan lalu.

"Kami telah memeriksa 11 orang saksi, dan belasan saksi insiden ledakan petasan tersebut merupakan tetangga atau warga sekitar sumber ledakan," ujar dia di Situbondo, Jawa Timur, pada Kamis.

AKP Agung menyampaikan belum bisa memeriksa atau memintai keterangan lima korban selamat dalam insiden ledakan petasan itu karena mereka masih mengalami trauma. Sehingga polisi tidak bisa menjelaskan kronologi ledakan yang juga mengakibatkan 11 rumah sekitar rusak.

Lima korban selamat yang mengalami luka bakar rata-rata 50 persen akibat ledakan petasan itu, saat ini sedang menjalani rawat jalan setelah sebelumnya dirawat di RSUD Asembagus (Situbondo).

"Lima korban ledakan belum bisa dimintai keterangannya, karena mereka masih trauma dan sedang rawat jalan akibat luka bakar pascaledakan petasan pekan lalu," kata Agung.

Beberapa hari lalu, Tim Identifikasi Polres dibantu Tim Identifikasi dan Laboratorium Forensik Polda Jatim telah melakukan olah TKP dan mengamankan 18 barang bukti dari lokasi ledakan petasan.

Belasan barang bukti yang berhasil diamankan polisi, di antaranya selongsong petasan, alat gulung selongsong petasan, sumbu petasan, CCTV, pakaian dan lainnya.

Pada Rabu (18/2) pekan lalu sekitar pukul 12.00 WIB, rumah milik Ibu Kulsum (60) warga Dusun Mimbo, Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, ambruk rata dengan tanah setelah terjadi ledakan hebat dari serbuk petasan.

Dua korban meninggal dunia akibat insiden itu, yakni Abdurrahman (15) meninggal pada hari ini Kamis (26/2) setelah menjalani penanganan medis di RSUD dr. Soebandi Jember, sedangkan korban meninggal lainnya Supriyadi (50) meninggal di lokasi kejadian tertimpa reruntuhan bangunan rumah.

Sementara lima korban luka bakar lainnya, yakni Samsul (22), Riko (25), Faiz (20), Fino (25) dan Ibu Kulsum (60) telah yang sebelumnya dirawat di RSUD Asembagus (Situbondo) kondisinya mulai membaik dan sedang menjalani rawat jalan.



Pewarta: Novi Husdinariyanto
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026