Tulungagung, Jatim (ANTARA) - Dinas Sosial Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur mencatat sebanyak 821 dari 73.782 calon penerima Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) di daerah itu berstatus gagal cek rekening.

Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Tulungagung Fahmi Alif Aldianto, Kamis, mengatakan berdasarkan data dari Kementerian Sosial terdapat 73.782 calon penerima BPNT di Tulungagung, dengan 821 di antaranya berstatus gagal cek rekening.

"Saat ini masih dilakukan verifikasi data penerima BPNT dan ditemukan ada 821 penerima yang berstatus gagal cek rekening," ujarnya.

Ia menjelaskan, kegagalan tersebut disebabkan ketidaksesuaian data rekening dengan identitas kependudukan penerima, seperti perbedaan ejaan atau ketidaklengkapan nama pada buku rekening.

Akibatnya, calon penerima tidak dapat mencairkan bantuan melalui kartu ATM bank penyalur sebelum melakukan validasi data.

Menurut Fahmi, penerima yang tidak segera memperbaiki data berpotensi dicoret dari daftar penerima bantuan.

Untuk itu, Dinsos membuka layanan validasi data dan selanjutnya penerima diminta melakukan penyesuaian di kantor cabang bank terkait setelah proses administrasi selesai. Batas akhir verifikasi ditetapkan hingga 25 Februari 2026.

Terkait mekanisme penyaluran, BPNT 2026 akan dicairkan setiap triwulan dengan nilai Rp200 ribu per bulan. Dengan demikian, setiap penerima akan memperoleh Rp600 ribu per tahap pencairan.

"Rencananya pencairan triwulan pertama dilakukan pada Maret sebelum Lebaran," katanya.



Pewarta: Destyan H. Sujarwoko
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026