Ini sangat menyakitkan, tetapi kami harus terus melangkah
Surabaya (ANTARA) - Pelatih PSM Makassar Tomas Trucha menilai skuad asuhannya kurang memaksimalkan peluang dan harus menerima kekalahan 0-1 dari Persebaya Surabaya pada pekan ke-23 BRI Super League 2025/2026 di Stadion GBT Surabaya.
“Kami selalu kalah tipis 1-0 atau 2-1. Ini sangat menyakitkan, tetapi kami harus terus melangkah karena selalu ada pertandingan berikutnya,” kata Tomas dalam konferensi pers usai laga di Stadion GBT Surabaya, Rabu malam.
Ia menjelaskan pada babak pertama timnya tidak tampil sesuai harapan karena kurang energi, pergerakan, serta determinasi untuk menekan lawan sejak awal pertandingan.
Menurut dia, secara taktis PSM sudah memahami pola permainan dan komposisi pemain yang diturunkan tim tuan rumah, dan seharusnya bisa mengantisipasi strategi yang diterapkan.
“Satu gol yang menentukan. Selamat untuk coach Tavares dan Persebaya. Kami pulang tanpa poin dan harus kembali bekerja di latihan,” ucapnya.
Tomas juga menyoroti catatan 10 pertandingan terakhir yang hanya menghasilkan satu kemenangan, seraya menegaskan bahwa statistik tersebut berkaitan erat dengan efektivitas di lini serang.
Ia memaparkan dalam laga lawan Persebaya, PSM mencatatkan 40 sentuhan di kotak penalti dan melepaskan 12 tembakan, tetapi banyak peluang tidak berujung gol akibat keputusan akhir yang kurang tepat.
Selain peluang dari permainan terbuka, timnya juga memiliki sejumlah kesempatan melalui situasi bola mati seperti tendangan bebas dan sepak pojok, namun belum mampu dimaksimalkan untuk mencetak gol penyama kedudukan.
“Masalah kami bukan di pertahanan karena kami tidak kebobolan banyak gol. Tantangan terbesar adalah menciptakan peluang bersih dan menyelesaikannya menjadi gol,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan jika manajemen klub telah memberikan dukungan penuh dengan menghadirkan pemain tambahan.
Hal tersebut, kata dia, untuk menambah kedalaman dan keseimbangan skuad, sehingga kini ia memiliki lebih banyak opsi jika ada pemain yang absen.
“Manajemen sudah melakukan segalanya untuk membantu kami, dan sekarang tugas kami adalah mulai meraih poin,” tuturnya.
Sementara itu, pemain PSM Luka Cumic mengakui timnya tidak bermain maksimal pada babak pertama sehingga kesulitan mengembangkan permainan dan memberikan tekanan konsisten kepada lawan.
“Kami tidak bermain bagus di babak pertama. Kami butuh lebih banyak energi dan tekanan. Di babak kedua kami mencoba mencetak gol dan harus memberikan 100 persen di pertandingan berikutnya,” ujar Cumic.
Pewarta: Naufal Ammar ImaduddinEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026