Tuban (ANTARA) - Aparat Kepolisian Resor (Polres) Tuban menyelidiki kasus penganiayaan yang dialami empat karyawan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Desa Parangbatu, Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Kasat Reskrim Polres Tuban, AKP Bobby Wirawan Wicaksono Elsam, Selasa mengatakan bahwa karyawan SPBU yang menjadi korban penganiayaan diketahui bernama VPF (23), AN (32), PS (48) dan RW (48), sedangkan terlapor SJ (54) warga Desa Kumpulrejo, Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban.

"Polres Tuban sudah menyelidiki kasus penganiayaan yang dialami karyawan SPBU dengan melakukan identifikasi Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan meminta keterangan para saksi," kata Bobby.

Dijelaskan Bobby, kejadian bermula saat dilakukan pengecekan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU Parangbatu pada Sabtu sekitar pukul 18.24 WIB. Dengan dilakukannya pengecekan stok BBM tersebut, karyawan belum bisa melayani pembelian BBM. 

Kemudian SJ (54) datang ke SPBU untuk mengisi BBM jenis Pertamax, sedangkan VPF (operator SPBU) sudah meminta terlapor menunggu sebentar karena ada pengecekan stok BBM.

"Namun terlapor marah dan keluar dari dalam mobil, kemudian terlapor menarik kerah baju, topi dan memukul wajah VPF," jelasnya.

Mengetahui aksi tersebut, lanjut Bobby, AN yang menjadi pengawas SPBU setempat berusaha melerai keduanya, namun terlapor juga memukul perut dan wajah AN.

Sedangkan PS (48) yang bermaksud melerai juga ikut dipukul dan ditendang oleh terlapor sampai terjatuh. Sementara RW (48) wajahnya juga dipukuli terlapor saat berusaha melerai perkelahian.

Ia menambahkan, akibat kejadian penganiayaan tersebut para korban mengalami pusing, sakit pada wajah, bibir dan leher. 

"Setelah kejadian tersebut AN selaku pengawas SPBU melaporkan kejadian penganiayaan ke pihak kepolisian dan sudah diproses hukum," katanya.



Pewarta: Muhammad Yazid
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026