Tulungagung, Jatim (ANTARA) - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Iskak Tulungagung, Jawa Timur, merencanakan penambahan mesin hemodialisis untuk meningkatkan kapasitas layanan bagi pasien penyakit ginjal.
Direktur RSUD dr. Iskak Tulungagung dr. Zuhrotul Aini, Senin, mengatakan kebutuhan layanan hemodialisis di Tulungagung masih cukup tinggi, sementara fasilitas yang tersedia terbatas.
Saat ini hanya terdapat tiga rumah sakit di Tulungagung yang melayani hemodialisis, yakni RSUD dr. Iskak, RS Bhayangkara, dan Rumah Sakit Islam (RSI).
"Di RSUD dr. Iskak kami memiliki 35 unit mesin hemodialisis, sementara jumlah pasien yang dilayani bisa mencapai sekitar 100 orang per hari," kata dr. Aini.
Ia menjelaskan satu mesin hemodialisis membutuhkan waktu sekitar empat hingga lima jam untuk melayani satu pasien.
Dengan keterbatasan tersebut, antrean pasien yang membutuhkan layanan cuci darah tidak dapat dihindari.
Menurutnya, kondisi itu mendorong manajemen rumah sakit menyusun rencana penambahan mesin hemodialisis secara bertahap guna memperluas kapasitas layanan.
"Kami berencana menambah sekitar 45 hingga 50 unit mesin hemodialisis agar pelayanan kepada pasien bisa lebih optimal," ujarnya.
Zuhrotul menambahkan pengadaan mesin hemodialisis tidak hanya berkaitan dengan peralatan, tetapi juga membutuhkan penyesuaian infrastruktur serta kesiapan sumber daya manusia.
Penambahan unit mesin akan diikuti pembangunan ruang layanan baru dan penyiapan tenaga medis terlatih.
"Selain mesin, kami juga menyiapkan tenaga kesehatan. Saat ini sudah ada 17 perawat yang mendaftar untuk mengikuti pelatihan," katanya.
Ia menyebutkan layanan hemodialisis RSUD dr. Iskak tidak hanya melayani pasien dari Tulungagung, tetapi juga pasien rujukan dari daerah lain, sehingga penguatan fasilitas menjadi kebutuhan mendesak untuk menjaga kualitas pelayanan kesehatan.
Pewarta: Destyan H. SujarwokoEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026