Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Direktur Utama Holding BUMN Pangan ID FOOD Ghimoyo menegaskan, proyek pembangunan fasilitas hilirisasi di sektor peternakan ayam, Poultry Grand Parent Stock (GPS) mampu memberikan dampak positif terhadap ketahanan pangan nasional.
Direktur Utama ID FOOD Ghimoyo ditemui di sela Groundbreaking Hilirisasi Fase 1 di Ngajum, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat mengatakan, untuk fase pertama ini terdapat enam daerah yang menjadi lokasi pelaksanaan hilirisasi industri ayam, yakni Kabupaten Malang, Kabupaten Lampung Selatan, Kabupaten Bone, Kabupaten Paser, Kabupaten Gorontalo dan Kabupaten Sumbawa.
"Fase 1 ada enam lokasi dari 30 lokasi di rencana besar untuk hilirisasi perunggasan. Diharapkan memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan pangan nasional," kata Ghimoyo.
Apabila proyek itu telah berjalan di setiap lokasi dan ketahanan pangan menguat, maka diproyeksikan memberikan tambahan terhadap target produksi daging ayam sebesar 1,5 juta ton dan telor ayam sebesar 1 ton.
Dampak lanjutan adalah menopang pemenuhan kebutuhan bagi 82,9 juta penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan berperan dalam menurunkan stunting serta kemiskinan struktural.
Sedangkan, dampak ekonomi terhadap masyarakat dan peternak adalah proyek itu mampu menciptakan 1,46 juta lapangan pekerjaan baru dan meningkatkan pendapatan peternak hingga Rp81,5 triliun per tahun.
"Melalui proyek ini kami berharap dapat menciptakan stabilisasi pasokan, penguatan cadangan stok nasional, serta menjaga keterjangkauan harga di masyarakat," ucapnya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Agung Suganda mengatakan, proyek hilirisasi sebagai upaya pemerataan sebaran produksi daging dan telor ayam yang saat ini, 63 persen masih dari Pulau Jawa.
"Untuk mengurangi disparitas, maka tadi akan dibangun proyek hilirisasi ayam terintegrasi," ucapnya.
Khusus di Kabupaten Malang, pembangunan fasilitas peternakan diperuntukkan pembibitan GPS, yang tahap pertamanya akan dibudidayakan 18 ribu ekor ayam. Lalu, juga ada pabrik pakan, vaksin, dan obat.
"Nanti di hilirnya adalah untuk membangun Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU) yang akan menyerap ayam maupun telur yang dibudidayakan oleh para peternak rakyat," tutur dia.
Pewarta: Ananto PradanaEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.