Jember, Jawa Timur (ANTARA) - Satuan Tugas (Satgas) Makanan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Jember memberikan peringatan secara tertulis kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Umbulsari usai kasus dugaan keracunan massal yang terjadi di SMP Negeri 1 Umbulsari setelah mengonsumsi MBG.
"Setelah kejadian diduga keracunan itu pada Kamis (5/2), kami minta pihak SPPG untuk mengirimkan sampel menu makanan yang dikonsumsi oleh siswa, namun sampai hari ini tidak ada sampel tersebut," kata Ketua Satgas MBG Jember Akhmad Helmi Luqman saat dikonfirmasi per telepon, Jumat.
Menurutnya pihak SPPG harus menyimpan sampel MBG di dalam lemari pendingin selama dua hari untuk mengantisipasi apabila ada keluhan dari pihak sekolah terkait menu yang disajikan, namun SPPG di Kecamatan Umbulsari tidak melakukan hal itu, sehingga dinilai menyalahi standar operasional prosedur (SOP).
"Sampel menu MBG itu bisa menjadi bukti kualitas dari menu makanan yang diberikan kepada siswa, sehingga dalam kasus itu pihaknya tidak bisa mengirimkan ke laboratorium untuk mengetahui penyebab dugaan keracunan yang dialami siswa di SMPN 1 Umbulsari," tuturnya.
Aparat kepolisian yang menyelidiki kasus itu mengandalkan sisa makanan yang dimuntahkan oleh para pelajar saat terjadi dugaan keracunan massal tersebut.
Helmi mengatakan semua korban yang sempat dirawat di puskesmas akibat dugaan keracunan itu sudah diperbolehkan pulang ke rumahnya karena kondisinya membaik.
"SPPG Umbulsari itu baru beroperasi sekitar 2 minggu, sehingga dalam tahap uji coba. Sudah ada izin operasional, namun Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) masih dalam proses, sehingga kami akan evaluasi," katanya.
Ia mengatakan operasional SPPG Umbulsari dihentikan dulu sementara dan meminta semua SOP dilakukan dengan baik agar tidak terulang kembali kejadian serupa, sehingga harapannya semua SPPG lebih ketat dalam memantau kualitas makanan yang disajikan dalam MBG.
"Kami memberikan sanksi peringatan kepada SPPG Umbulsari setelah terjadi kasus dugaan keracunan di SMPN 1 Umbulsari dan melakukan pembinaan terhadap SPPG tersebut," ucap Helmi yang juga Penjabat Sekretaris daerah Jember.
Sebelumnya sebanyak 112 orang yang terdiri dari 99 siswa dan 13 guru SMPN 1 Umbulsari diduga mengalami keracunan MBG dengan keluhan sakit perut, mual, dan diare setelah mengonsumsi makanan yang disediakan pihak SPPG di Kecamatan Umbulsari pada Kamis (5/2).
Pewarta: Zumrotun SolichahEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.