Probolinggo, Jawa Timur (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo, Jawa Timur, memperkuat strategi langkah antisipasi lonjakan harga kebutuhan pokok menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadhan dan Idul Fitri tahun 2026.
"Kami akan memperkuat kolaborasi dengan Perum Bulog Probolinggo dalam rangka menjaga keterjangkauan harga pangan, salah satu langkah konkret yang akan dilakukan adalah fasilitasi pasar murah menjelang Ramadhan dan Idul Fitri," kata Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Probolinggo Sugeng Wiyanto dalam keterangannya di Probolinggo, Rabu.
Selain itu, lanjut dia, DKUPP juga akan melaksanakan penjaringan kerja sama antar daerah (KAD) untuk memastikan ketersediaan komoditas strategis, khususnya telur ayam ras dan daging ayam ras yang sering mengalami kenaikan harga saat permintaan meningkat.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Probolinggo Yahyadi mengatakan pemerintah daerah telah menyalurkan Cadangan Pangan di wilayah rawan pangan berdasarkan Peta Food Security and Vulnerability Atlas (FSVA) tahun 2025.
"Penyaluran tersebut difokuskan di tiga desa rawan pangan meliputi Desa Tambakukir di Kecamatan Kotaanyar, serta Desa Kalidandan dan Desa Kedungsumur di Kecamatan Pakuniran," ujar dia.
Menurut dia, cadangan pangan juga disalurkan ke 24 kecamatan dengan total penerima manfaat sebanyak 880 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan setiap KPM menerima bantuan beras sebanyak lima kilogram, sehingga total cadangan pangan yang tersalurkan mencapai 4.400 kilogram.
Dari sektor pertanian, Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo Mahmud mengatakan dinas pertanian telah melaksanakan gerakan menanam cabai dan padi secara masif sejak akhir tahun 2025. Langkah itu bertujuan menjaga pasokan komoditas strategis sekaligus menekan potensi kenaikan harga.
"Produksi komoditas pertanian Kabupaten Probolinggo pada tahun 2025 tercatat lebih tinggi dibandingkan tahun 2024. Kondisi itu diharapkan dapat menjadi penyangga ketersediaan pangan daerah selama periode Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriah," katanya.
Di sektor perikanan, Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo Hari Pur Sulistiono mengatakan mereka telah menerbitkan rekomendasi BBM bersubsidi bagi nelayan sebanyak 220 kapal.
"BBM yang telah tersalurkan mencapai sekitar 311 ribu liter dengan sebaran kapal di Kecamatan Tongas sebanyak 30 kapal, Kecamatan Dringu 10 kapal, Kecamatan Kraksaan 58 kapal dan Kecamatan Sumberasih (Pulau Gili Ketapang) 122 kapal,” katanya.
Dari sisi ketersediaan stok, pihak Perum Bulog Probolinggo memastikan stok beras dan minyak dalam kondisi aman, serta menyatakan kesiapan menjadi mitra penyalur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dan Minyakita, baik untuk kegiatan pasar murah, Gerakan Pangan Murah (GPM) maupun distribusi di pasar tradisional.
Pewarta: Zumrotun SolichahUploader : Taufik
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.