Situbondo (ANTARA) - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memfasilitasi kepulangan para santri dari Pelabuhan Jangkar, Situbondo, Jawa Timur, ke Sumenep, Madura, menjelang Ramadhan 1447 Hijriah dengan menggunakan KM Sabuk Nusantara 74.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Panarukan, Situbondo, Herland Aprilyanto mengatakan sebelumnya telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Jawa Timur mengenai fasilitasi kepulangan santri berjamaah menjelang bulan Ramadhan.

"Beberapa waktu yang lalu kami mendapat surat permohonan dari panitia kepulangan santri berjamaah dari beberapa pondok pesantren di Situbondo, dan kami menindak lanjuti, alhamdulillah kapal perintis KM Sabuk Nusantara 74 siap mengangkut para santri pulang kampung," ujar dia di Situbondo, Selasa.

Menurut Herland, Kementerian Perhubungan mendatangkan kapal perintis untuk mengangkut ribuan santri dari beberapa pondok pesantren itu karena armada kapal yang ada tidak memadai secara keselamatan pelayaran dari jumlah santri.

Selain itu, lanjutnya, kapal perintis tersebut juga memiliki kapasitas penumpang cukup besar, yakni bisa mencapai sekitar 500 orang penumpang.

Herland mengatakan sesuai jadwal kepulangan santri berjamaah dari Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo, Desa Sumberejo, Kecamatan Banyuputih, pada tanggal 9-10 Februari 2026.

"Usulan dari panitia kepulangan santri berjamaah menjelang bulan Ramadhan 2026 rute Pelabuhan Jangkar menuju Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep, ada sekitar 800 orang santri," katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan KSOP akan rapat koordinasi dengan beberapa pengurus pesantren di Situbondo untuk memastikan jumlah santri yang akan menyeberang ke beberapa kepulauan di Madura.

"Kalau kami mengacu pada tahun sebelumnya, santri dari beberapa pesantren yang pulang kampung pada libur Ramadhan ada sekitar 2.000 orang," kata Herland.



Pewarta: Novi Husdinariyanto
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026