Surabaya (ANTARA) - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mendorong penyiapan peta jalan pembangunan fasilitas Floating Storage Regasification Unit (FSRU) sebagai solusi strategis jangka menengah dan panjang memperkuat keandalan pasokan gas bumi di Jawa Timur.

Kepala BPH Migas Wahyudi Anas mengatakan langkah itu penting seiring meningkatnya kebutuhan gas untuk sektor industri, kelistrikan dan rumah tangga.

“FSRU berperan sebagai sumber pasokan tambahan yang fleksibel untuk meningkatkan reliability penyaluran gas, khususnya di wilayah dengan kebutuhan besar seperti Jawa Timur,” katanya di Surabaya, Selasa.

Wahyudi mengatakan keberadaan FSRU maupun fasilitas regasifikasi lainnya akan menjadi penopang pasokan gas berbasis LNG yang terintegrasi dengan jaringan pipa eksisting di wilayah Jawa Timur.

Penyerapan gas bumi di Jawa Timur yang disalurkan melalui jaringan transmisi menunjukkan tren kebutuhan yang tinggi dengan rata-rata mencapai sekitar 413,88 BBTUD, katanya menjelaskan.

Angka tersebut, ia mengatakan mencerminkan peran vital gas bumi dalam mendukung aktivitas ekonomi dan ketahanan energi wilayah.

Oleh sebab itu, dengan kebutuhan yang besar dan terus tumbuh maka sistem pasokan perlu diperkuat melalui diversifikasi sumber energi dengan Liquefied Natural Gas (LNG) melalui FSRU dapat menjadi buffer strategis untuk menjaga kontinuitas penyaluran gas.

Infrastruktur itu juga berperan penting dalam mendukung pemerataan energi dan program transisi energi. 

Dengan distribusi gas yang lebih merata melalui integrasi pipa dan LNG, menurut Wahyudi, industri di Jawa Timur diharapkan dapat menciptakan ekosistem gas bumi yang sekaligus mendukung daya saing bagi pelaku usaha. 



Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026