Surabaya (ANTARA) - Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Wahyudi Anas menyatakan penyaluran gas bumi oleh PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) di Jawa Timur hingga saat ini mencapai 197,91 BBTUD (billion British Thermal Units per day)  yang sebagian besar diserap oleh sektor industri dan diperkirakan masih akan berpotensi meningkat.

“Angka tersebut berpotensi meningkat seiring dengan geliat ekonomi yang akan memacu pertumbuhan kebutuhan energi,” kata Kepala BPH Migas Wahyudi Anas di Surabaya, Selasa.

Wahyudi mengatakan penyerapan gas bumi di Jawa Timur menunjukkan tren kebutuhan yang tinggi, sehingga kebutuhan yang besar dan terus tumbuh ini harus dibarengi dengan penguatan diversifikasi sumber energi.

Oleh sebab itu Direktur Komersial PT PGN Aldiansyah Idham menuturkan pihaknya memperkuat operasional demi keandalan penyaluran gas bumi di Jawa Timur melalui optimalisasi jaringan pipa yang saling terintegrasi serta penguatan infrastruktur strategis.

Ia menjelaskan dengan mengintegrasikan jaringan pipa eksisting dan mengoptimalkan pemanfaatan infrastruktur beyond pipeline maka pasokan gas bumi untuk Jawa Timur dapat berasal dari berbagai sumber.

“PGN siap beradaptasi dengan berbagai skema pasokan gas bumi untuk merespon kebutuhan demand secara efisien sekaligus mendukung keandalan energi di Jawa Timur," ujarnya.

Skema beyond pipeline merupakan bagian dari strategi utama PGN yaitu adapt yang menekankan penguatan skema LNG untuk menghadirkan fleksibilitas pasokan.

Dengan kehadiran infrastruktur pendukung LNG di wilayah Jawa Timur ke depannya, diharapkan dapat memberikan manfaat yang signifikan terutama untuk meningkatkan integrasi infrastruktur dan keandalan energi regional.

General Manager SOR III PGN Hedi Hedianto menambahkan, PGN terus melakukan berbagai upaya teknis dan operasional untuk menjaga stabilitas jaringan gas bumi di wilayah Jawa Timur.

Selain itu, PGN terus melakukan perluasan Jaringan Gas Rumah Tangga (Jargas) di Jawa Timur untuk menyediakan gas bumi secara langsung bagi masyarakat baik rumah tangga maupun UMKM.

Jargas juga sebagai bagian dari dukungan optimalisasi penggunaan energi domestik dan menyongsong transisi energi menuju Net Zero Emission 2060.



Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026