tujuan konservasi air dan menjaga keberlanjutan sumber mata air di lereng Gunung Arjuna
Surabaya (ANTARA) - Japan Tobacco International (JTI) Indonesia berkolaborasi dengan komunitas pecinta lingkungan melakukan penanaman pohon dan pembuatan rorak di hulu Gunung Arjuna, Kabupaten Pasuruan, sebagai langkah mitigasi bencana dan konservasi sumber air.
“Aksi bersama tanam pohon dan pembuatan rorak ini merupakan inisiatif lanjutan JTI Indonesia dengan tujuan konservasi air dan menjaga keberlanjutan sumber mata air di lereng Gunung Arjuna. Kawasan ini strategis bagi ekosistem hayati dan menjadi daerah tangkapan air yang memasok sejumlah wilayah di Jawa Timur, sehingga berdampak luas bagi kehidupan masyarakat dan roda pembangunan,” kata Factory Lead JTI Indonesia Reza Safarzadeh dalam keterangan diterima di Surabaya, Jumat.
Ia menjelaskan, tantangan utama kawasan resapan saat ini adalah penurunan debit dan kualitas sumber air baku akibat perubahan iklim global yang memicu ketidakteraturan pola hujan dan kemarau, sehingga meningkatkan potensi bencana hidrometeorologi di Kabupaten Pasuruan.
Kondisi tersebut mendorong JTI Indonesia menginisiasi program Tandur Banyu sejak 2022 dengan melibatkan komunitas perhutanan sosial dan pegiat lingkungan di lereng Gunung Arjuna.
Hingga kini, sekitar 7.000 tanaman endemik telah ditanam dan dirawat disertai penguatan pengelolaan hutan serta pembuatan rorak untuk menjaga fungsi ekologis kawasan.
Sebagai penguatan kolaborasi, JTI Indonesia bersama Badan Koordinasi Masyarakat Peduli Sumber Daya Air (Baskomas) dan Alliance for Water Stewardship (AWS) menginisiasi forum multipihak pada Desember 2025 yang melibatkan unsur pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan masyarakat.
Sekretaris Daerah Kabupaten Pasuruan Yudha Tri Sasongko mengapresiasi program Tandur Banyu yang dilakukan JTI Indonesia bersama komunitas lingkungan, serta menegaskan pentingnya menjaga ekosistem secara menyeluruh dari hulu hingga hilir.
“Untuk menjaga ekosistem harus dilakukan secara menyeluruh, oleh semua pihak. Dan kami mengapresiasi upaya yang dilakukan komunitas dan dunia usaha saat ini di kawasan Putuk Elang Pasuruan. Bersama dengan Pemkab Pasuruan, kami berharap upaya rehabilitasi dan konservasi ini bisa berjalan lancar dan bermanfaat bagi semua pihak, baik dulu maupun di hilir,” ujar Yudha.
Ia menambahkan, penurunan kapasitas infiltrasi dan meningkatnya limpasan air permukaan di hulu berpotensi memicu banjir, longsor, serta kerusakan infrastruktur, sehingga kolaborasi lintas sektor menjadi keharusan dalam upaya pencegahan bencana.
Ketua Komunitas Tani Organik Sumadi sekaligus pengelola perhutanan sosial di lereng Gunung Arjuna Nurhidayat menyampaikan apresiasi atas kerja sama dengan JTI Indonesia yang tidak hanya mencakup penanaman, tetapi juga penguatan manajemen pariwisata berbasis komunitas serta rencana riset dan kajian ekologi di kawasan Putuk Elang.
Pewarta: Willi IrawanEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.