Ponorogo, Jawa Timur (ANTARA) - Kepolisian Resos (Polres) Ponorogo mengungkap hasil autopsi terkait kasus dugaan pembunuhan terhadap seorang janda bernama Nur Aini (52) yang ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya di Desa Golan, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Ponorogo AKP Imam Mujali mengatakan, berdasarkan hasil autopsi dilakukan oleh tim dokter forensik Rumah Sakit Bhayangkara Kediri, Polda Jawa Timur, korban tewas akibat luka sayatan di bagian leher dan sejumlah luka pada tubuh korban.
"Hasil autopsi menyimpulkan adanya luka sayatan di leher, luka memar di kepala akibat benda tumpul, serta luka lain di bagian tangan. Luka sayatan di leher menyebabkan pendarahan dan menjadi penyebab kematian korban," kata Imam, Selasa.
Ia menjelaskan, luka sayatan di leher korban diduga akibat senjata tajam, sementara luka di kepala mengindikasikan adanya benturan atau pukulan benda tumpul.
Berdasarkan hasil forensik, korban diperkirakan meninggal dunia pada Sabtu, sebelum akhirnya ditemukan oleh warga.
Imam menambahkan, penyidik masih mendalami kasus tersebut dengan memeriksa sejumlah saksi serta kerabat korban.
Polisi juga masih melakukan penyelidikan lanjutan untuk mengungkap rangkaian peristiwa sebelum korban meninggal dunia.
Dalam perkembangan penyelidikan, polisi menduga pelaku merupakan anak korban yang berinisial A. Hingga kini, yang bersangkutan belum ditemukan dan masih dalam pencarian.
"Terduga pelaku adalah anak korban berinisial A. Saat ini masih kami lakukan pencarian, yang bersangkutan diduga berada di wilayah Kabupaten Gunungkidul," ujarnya.
Pewarta: Destyan H. SujarwokoEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026