Probolinggo (ANTARA) - Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur menggelar halaqah alumni lintas negara dalam rangkaian peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-77 dan Haul Masyayikh pesantren setempat, Sabtu.
Rangkaian Harlah ke-77 Ponpes Nurul Jadid Paiton ini dihadiri perwakilan Pembantu Pengurus Pondok Pesantren Nurul Jadid (P4NJ) dari seluruh Indonesia, serta perwakilan dari Malaysia, Singapura, dan Thailand.
Kepala Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, KH Abdul Hamid Wahid menyampaikan bahwa pesantren secara tradisional telah memiliki jejaring silaturahim yang kuat.
"Namun, menghadapi tantangan pasar global dan dinamika ekonomi saat ini, alumni dituntut untuk mulai bekerja sebagai sebuah jaringan yang terintegrasi," katanya di hadapan alumni pesantren.
Menurut Kiai Hamid, alumni pesantren tidak cukup hanya membangun hubungan praktis berdasarkan kesamaan almamater, akan tetapi harus menggunakan potensi yang ada di satuan-satuan daerah untuk menjadi sebuah jaringan besar yang tidak eksklusif, melainkan menjadi pijakan untuk masuk ke jejaring yang lebih luas.
Ia juga menekankan pentingnya transformasi peran alumni dari sekadar ikatan primordial menjadi kekuatan jejaring fungsional yang berdampak luas bagi masyarakat global.
Dalam kesempatan itu, Kiai Hamid mengutip pesan pendiri pesantren untuk mengingatkan kembali bahwa indikator keberhasilan seorang santri adalah saat mereka kembali ke masyarakat dan tetap memegang teguh prinsip perjuangan.
Karena khidmat kepada masyarakat, menurut Kiai Hamid, adalah wujud nyata khidmat kepada Allah SWT.
"Alumni harus mampu mengambil peran, baik dalam mengawal masyarakat maupun melakukan transformasi positif, mulai dari lingkup terkecil hingga ruang yang lebih luas sesuai posisi masing-masing," tuturnya.
Kiai Hamid menambahkan, poin penting lainnya adalah pemisahan antara hubungan sosial (muasyarah) dan hubungan kerja (muamalah), agar kerja sama antaralumni atau saudara tetap profesional dan tidak merusak hubungan perseorangan.
"Bergaul seperti orang dekat, tetapi bertamulah seperti orang asing," ujarnya.
Kiai Hamid juga mendorong setiap daerah (P4NJ) untuk mewujudkan kebersamaan dalam bentuk yang konkret, seperti yayasan atau lembaga usaha.
"Ujung dari perjalanan kita di dunia adalah seberapa besar manfaat yang dapat kita berikan kepada sekitar. Saya berharap alumni tidak hanya diam memikirkan diri sendiri, tetapi menyumbang perubahan masyarakat menuju yang lebih baik," tuturnya.
Pewarta: Novi HusdinariyantoEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026