Tulungagung, Jatim (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur menyiapkan pembangunan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) untuk mendukung operasional becak listrik bantuan Presiden Prabowo Subianto bagi pengemudi becak di wilayah setempat.
Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo, di Tulungagung, Minggu, mengatakan bahwa pemerintah daerah berkomitmen memastikan program becak listrik tidak membebani para penerima termasuk terkait kebutuhan perawatan rutin, servis berkala dan penggantian aki apabila terjadi kerusakan.
"Becak listrik ini kami pastikan tidak membebani pengemudi. Servis rutin, penggantian aki, hingga pengisian daya akan kami bantu," kata Gatut.
Ia menjelaskan, aki becak listrik tersebut memiliki masa garansi enam bulan. Apabila terjadi kerusakan dalam masa tersebut, penggantian aki akan diberikan secara gratis kepada penerima bantuan.
Selain perawatan, Pemkab Tulungagung juga berencana membangun SPKLU agar pengemudi becak tidak kesulitan mengisi daya.
Saat ini, pemerintah daerah masih melakukan pemetaan untuk menentukan lokasi pembangunan fasilitas tersebut.
Kepala Dinas Perhubungan Tulungagung Iswahyudi menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan PLN setempat terkait penyediaan SPKLU. Dishub, kata dia, akan segera mengirimkan surat permohonan resmi kepada PLN sebagai langkah awal.
"Setelah surat permohonan dikirim, kami bersama PLN akan melakukan survei lokasi untuk menentukan titik pembangunan SPKLU," ujarnya.
Iswahyudi menyebut, survei dilakukan untuk memastikan lokasi SPKLU mudah dijangkau pengemudi becak listrik.
Penentuan titik pembangunan akan disesuaikan dengan lokasi mangkal becak yang selama ini digunakan.
Beberapa lokasi yang sudah dipastikan berpotensi menjadi titik SPKLU antara lain Stasiun Tulungagung dan Terminal Tipe A Gayatri. Kedua lokasi tersebut dinilai strategis karena menjadi pusat aktivitas pengemudi becak.
"Jumlah SPKLU akan menyesuaikan hasil survei dan kebutuhan di lapangan," kata Iswahyudi.
Pewarta: Destyan H. SujarwokoEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026