Sumenep (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur berupaya melakukan pemberdayaan dan pembangunan pada masyarakat kepulauan melalui strategi pentaheliks, yakni model kolaborasi yang melibatkan banyak pihak.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo di Sumenep, Sabtu, mengatakan strategi pentaheliks model kolaborasi strategis yang melibatkan lima elemen utama, yakni pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas masyarakat, dan media.
"Pelibatan banyak ini sebagai upaya untuk mencapai tujuan bersama, seperti pembangunan berkelanjutan, inovasi, atau penanganan masalah sosial/bencana secara komprehensif dan sinergis," katanya.
Melalui peran aktif banyak pihak, ia optimistis pembangunan bisa lebih terarah karena semua elemen memiliki peran dan rasa memiliki atas program yang telah dijalankan.
Salah satu program pemberdayaan yang dilakukan Pemkab Sumenep bagi masyarakat kepulauan dengan strategi pentaheliks itu, di antaranya pengembangan jaringan listrik dengan tenaga surya.
Pada program ini, pihaknya bekerja sama dengan pelaku usaha PLN dan perusahaan migas, yakni Kangean Energy Indonesia (KEI), dengan melibatkan masyarakat secara langsung dalam pelaksanaan pembangunan, seperti pekerja dan pengelolaan operasi di lapangan.
"Hasilnya memang sangat baik, karena semua pihak merasa sama memiliki," katanya.
Dalam bidang layanan kesehatan, pemkab bekerja sama dengan Pemprov Jatim dan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, yakni melakukan edukasi kesehatan secara langsung bersama Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga.
Bupati Achmad Fauzi menjelaskan selain karena pertimbangan penguatan peran aktif berbagai pihak, pola pembangunan pentaheliks ini juga dalam rangka menyiasati keterbatasan anggaran daerah.
"Sebab dengan pola pentaheliks ini, banyak dari kalangan swasta dan pelaku usaha juga membantu program pembangunan dari program tanggung jawab sosial di perusahaan mereka," katanya.
Ia mengatakan strategi pentaheliks pendekatan multi-pihak yang mengandalkan sinergi lima sektor untuk mengatasi tantangan kompleks dan mendorong pembangunan yang inklusif serta berkelanjutan.
