Surabaya (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak masyarakat setempat menjaga kelestarian alam dengan menanam, merawat, dan peduli lingkungan bertepatan dengan peringatan Hari Gerakan Satu Juta Pohon yang diperingati setiap 10 Januari.
"Hari ini momentum tepat bagi kita semua untuk bersama-sama menjaga alam dengan menanam, merawat dan peduli terhadap lingkungan sekitar kita," kata dia di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Sabtu.
Ia menekankan bahwa kepedulian lingkungan dapat dimulai dari langkah sederhana, seperti menanam pohon di sekitar rumah, lereng gunung, kawasan pantai, dan reboisasi hutan.
Upaya tersebut dinilai sebagai kontribusi nyata bagi pelestarian lingkungan hidup.
"Saya rasa menanam pohon ini menjadi bagian dari ikhtiar kita menjaga alam, ketika alam kita jaga maka alam pun akan menjaga kita," tuturnya.
Ia mencontohkan komitmen pribadi dengan rutin melakukan penanaman pohon dan mangrove (bakau) di berbagai wilayah Jawa Timur.
Penanaman mangrove terakhir dilakukan di Watu Mejo, Pacitan pada akhir 2025, sedangkan sebelumnya di Bangkalan dalam rangkaian Festival Mangrove.
"Pohon apapun. Walau memang saya lebih sering mengajak menanam mangrove karena mangrove bisa menyerap emisi karbon dioksida lima kali lebih banyak dari yang lain," katanya.
Berdasarkan data Peta Mangrove Nasional 2024, luas mangrove di Jawa Timur meningkat signifikan dalam empat tahun terakhir.
Luasnya bertambah 3.618 hektare atau 13,29 persen, dari 27.221 hektare pada 2021 menjadi 30.839,3 hektare saat ini, sekaligus menjadikan Jawa Timur sebagai provinsi dengan luas mangrove terbesar di Pulau Jawa.
"Berdasarkan Peta Mangrove Nasional 2024, Jawa Timur tercatat sebagai provinsi dengan luasan mangrove terbesar di Pulau Jawa. Dalam empat tahun terakhir, luasannya meningkat 3.618 hektare atau 13,29 persen," katanya.
Di sektor daratan, capaian lingkungan menunjukkan tren positif dengan penurunan luas lahan kritis dari 432.225 hektare pada 2018 menjadi 370.544 hektare pada 2024. Capaian tersebut mencerminkan konsistensi menjaga tutupan hutan dan lahan.
Menurut Khofifah, misi ekologi melalui penanaman pohon juga memiliki nilai ekonomi, antara lain melalui perdagangan karbon dan produk hilirisasi kehutanan.
Hal itu tercermin dari capaian Nilai Transaksi Ekonomi Kelompok Tani Hutan (NTE-KTH) Jawa Timur pada 2025 yang mencapai Rp1,63 triliun atau 48,15 persen dari total nasional sebesar Rp3,40 triliun.
Selain itu, Nilai Ekonomi (Nekon) Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Jawa Timur pada 2025 tercatat Rp447,22 miliar atau 29,36 persen dari capaian nasional Rp1,52 triliun, sekaligus menjadi yang tertinggi di Indonesia.
Ia mengatakan kebiasaan menanam pohon telah dilakukan bersama keluarga sejak 1991, bahkan menjadi tradisi setiap peringatan ulang tahun.
"Oleh sebab itu, saya mengajak semua, yang biasa ada event atau seremoni di mana biasanya bunga papan, bisa dikonversi menjadi pohon hidup sehingga hidup itu menghidupkan, 'urip gawe urup'," katanya.
Ia juga menilai penanaman pohon berperan penting dalam mitigasi bencana, khususnya di wilayah rawan longsor dan banjir, serta memperkuat kualitas daerah aliran sungai melalui penyediaan bibit dan gerakan penanaman.
Khofifah ajak masyarakat jaga alam lewat tanam dan rawat pohon
Sabtu, 10 Januari 2026 14:15 WIB
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menanam pohon. ANTARA/HO-Biro Adpim Pemprov Jatim
