Malang Raya (ANTARA) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Malang di Jawa Timur meningkatkan literasi keuangan dan keamanan finansial kaum perempuan di daerah itu.
“Kita ingin, terutama kaum perempuan lebih aware dan harus lebih jeli, karena banyak bersentuhan dengan keuangan, khususnya yang mandiri secara finansial,” kata Deputi Kepala Perwakilan BI Malang Siti Nurfalinda dalam Edukasi Perlindungan Konsumen (PeKa) bagi perempuan se-Malang Raya di Malang, Jumat.
Lebih lanjut ia mengatakan sebagian besar transaksi keuangan, khususnya rumah tangga, termasuk belanja daring, dilakukan oleh perempuan. Karena itu, mereka perlu dibekali literasi digital dan keamanan keuangan yang kuat.
Linda, sapaan akrab Nurfalinda, berharap literasi digital tidak hanya meningkatkan penggunaan layanan keuangan digital, tetapi juga membangun kepercayaan dan keamanan masyarakat dalam bertransaksi. Edukasi seperti ini menjadi salah satu cara memperkuat pemahaman tersebut.
Perempuan, lanjutnya, harus waspada terhadap keamanan keuangan agar mampu menjaga stabilitas finansial keluarga maupun masyarakat, apalagi di tengah masifnya perkembangan teknologi keuangan.
“Jadilah konsumen yang peka, peduli terhadap keamanan data pribadi, kenali modus serta kanal resmi, dan adukan jika terjadi penipuan atau dugaan pelanggaran. Kesadaran ini menjadi fondasi penting dalam menciptakan ekosistem digital yang sehat dan aman,” ujar dia.
Dengan tema “Perempuan Mandiri Siap Upgrade Diri”, ratusan perempuan yang hadir diajak mengeksplorasi pengetahuan dan potensi diri yang kerap terabaikan dalam rutinitas sehari-hari. Melalui kegiatan itu, perempuan diharapkan semakin berdaya, adaptif, dan siap menghadapi dinamika tahun 2026.
Selain Edukasi Perlindungan Konsumen (PeKA) oleh BI, peserta juga mendapatkan materi mengenai Level Up Financial, pengembangan karier self-made, hingga Mental Level Up dan Well-Being.
Edukasi tersebut diharapkan mampu meminimalkan maraknya penipuan digital, modus phishing, fake QRIS, dan berbagai bentuk kejahatan siber yang belakangan meningkat, ujar dia.
