Madiun (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun, Jawa Timur, menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk membantu para korban bencana banjir bandang dan tanah longsor di wilayah Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
"Kami di Madiun turut merasakan duka saudara-saudara kita di Sumatera. Bencana ini adalah pengingat bagi kita semua untuk saling berbagi," ujar Bupati Madiun Hari Wuryanto saat melepas pemberangkatan penyaluran bantuan di Madiun, Selasa.
Menurutnya, bantuan yang diberangkatkan berasal dari ASN dan warga Kabupaten Madiun yang terdiri dari bahan pangan sembako, pakaian, popok, dan obat-obatan.
Komoditas bantuan tersebut dipilih untuk memenuhi kebutuhan dasar dan mendesak para pengungsi. Adapun bahan makanan pokok untuk memastikan ketersediaan pangan, pakaian untuk mengganti pakaian yang hilang atau rusak, popok sangat penting bagi bayi dan lansia, serta obat-obatan untuk menjaga kesehatan dan penanganan penyakit pascabencana.
"Bantuan ini merupakan hasil nyata dari kepedulian dan gotong royong seluruh masyarakat Kabupaten Madiun," kata dia.
Bantuan kemanusiaan tersebut diberangkatkan dari Madiun menuju Posko Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur, lalu kemudian diteruskan ke wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar.
Mewakili masyarakat Kabupaten Madiun, pihaknya menyampaikan rasa duka dan keprihatinannya yang mendalam kepada seluruh masyarakat Aceh, Sumbar dan Sumut yang menjadi korban bencana.
Ia juga berharap bantuan yang dikirimkan tersebut dapat memberikan dampak positif dan meringankan beban masyarakat korban bencana yang sedang menghadapi masa sulit pasca-banjir.
Bupati juga menyampaikan pesan akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, di antaranya dengan menanam pohon, tidak menebang pohon sembarangan, utamanya di daerah lereng gunung yang menyebabkan banjir bandang.
"Ke depan, saya berharap kita semua bisa mengambil hikmah dari peristiwa yang terjadi dengan menjaga alam dan ekosistem," katanya.
Pemberangkatan penyaluran bantuan kemanusiaan bagi korban bencana Sumatera tersebut melibatkan petugas BPBD, PMI, dan relawan setempat.
