Lamongan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lamongan memperketat pengawasan destinasi wisata untuk memastikan keamanan dan kenyamanan wisatawan jelang libur sekolah, Natal 2025, dan Tahun Baru 2026.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Lamongan Siti Rubikah mengatakan periode libur panjang berpotensi meningkatkan kunjungan wisatawan sehingga penguatan pengawasan perlu dilakukan lebih awal.
“Kami memastikan setiap destinasi wisata siap menerima kunjungan wisatawan melalui pengawasan langsung ke lapangan,” katanya di Lamongan, Jawa Timur, Senin.
Ia menjelaskan, pengawasan dilaksanakan bersama melibatkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Perhubungan, Satuan Lalu Lintas Polres Lamongan, serta Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).
"Pengawasan dan pemeriksaan difokuskan pada kelayakan sarana prasarana, kebersihan area, kesiapsiagaan petugas, serta fasilitas keselamatan," jelasnya.
Selain itu, lanjutnya, dinas setempat juga menerbitkan surat edaran kepada pengelola wisata agar meningkatkan kewaspadaan, terutama terkait potensi cuaca ekstrem pada musim hujan dengan memantau informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk mengantisipasi risiko yang mungkin terjadi.
Ia menambahkan bahwa dinas setempat mencatat hingga November 2025, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Lamongan mencapai 3.387.695 orang.
"Alhamdulillah kunjungan wisatawan terus meningkat. Jika pelayanan tetap baik, wisatawan akan semakin percaya menjadikan Lamongan sebagai tujuan berlibur,” tambahnya.
Pemkab menyebut peningkatan kunjungan wisatawan tidak hanya mendorong ekonomi lokal, tetapi juga memperkuat posisi daerah sebagai tujuan wisata yang diminati masyarakat.
