Lamongan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan mencatat produksi tebu menjelang akhir 2025 mencapai 230.000 ton, dengan produktivitas rata-rata 6,63 ton per hektare dari total luas tanam 3.360,94 hektare yang tersebar di sejumlah wilayah setempat.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi usai tanam perdana di Desa Tunggunjagir, Lamongan, Jawa Timur, Senin, menyatakan capaian produksi tersebut sejalan dengan pelaksanaan program bongkar ratoon, yang bertujuan mendukung target swasembada gula nasional.
"Komoditas tebu masih menjadi sektor strategis dalam menggerakkan perekonomian daerah. Kenaikan produksi menunjukkan efektivitas pendampingan budidaya serta kebijakan peningkatan kapasitas petani," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa pola bongkar ratoon dinilai efektif dalam memperbaiki kesuburan tanah, menekan serangan hama, serta meningkatkan rendemen.
"Upaya itu juga dibarengi penguatan kemitraan antara petani dan pabrik gula agar rantai produksi berjalan lebih efisien," jelasnya.
Yuhronur menambahkan, selain menjalankan program bongkar ratoon, pendampingan teknis, penyediaan bibit unggul, dan penguatan pola tanam berkelanjutan juga dilakukan sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan petani tebu.
Pemerintah daerah setempat mengapresiasi dukungan para petani dan pihak yang bersinergi, antara lain Pabrik Gula (PG) Gempolkrep, Komando Distrik Militer (Kodim) Lamongan, Kepolisian Resor (Polres) Lamongan, serta Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BBP2TP).
Sebagai informasi, pada tanam perdana di Desa Tunggunjagir, petani menanam tebu varietas Bululawang pada lahan seluas 139,47 hektare sebagai percepatan peremajaan tanaman tebu. Selain itu, dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penyaluran bantuan pompa air ke kelompok petani.
Pemkab Lamongan catat produksi tebu capai 230 ribu ton
Senin, 8 Desember 2025 15:53 WIB
Foto Arsip : Bupati Lamongan Yuhronur Efendi bersama jajaran Forkopimda pada kegiatan tanam tebu perdana bongkar ratoon 2025 di Desa Tunggunjagir, Kecamatan Mantup, Lamongan, Jawa Timur. (ANTARA/HO-Kominfo Lamongan)
