Sidoarjo, Jawa Timur (ANTARA) - Bupati Sidoarjo Subandi meminta pelaksana proyek pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) RT Notopuro Sidoarjo untuk dapat memastikan pengerjaan tersebut selesai tepat waktu serta mengikuti aturan dan spesifikasi yang telah ditentukan.
"Saya inspeksi demi memastikan kualitas pekerjaan, serta mencocokkan progres pembangunan dengan jadwal kontrak yang segera berakhir," kata Subandi dalam keterangannya di Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat.
Dalam sidak tersebut, Subandi menyatakan ia menemukan kendala pada proyek pembangunan gedung parkir RSUD Notopuro Sidoarjo tersebut.
Ia menilai bahwa kualitas pengecoran, penggunaan material yang dinilai tidak sesuai standar, hingga lemahnya pengawasan konsultan.
Subandi menyoroti penyangga beton cor yang dinilainya kurang sesuai, serta pengguna triplek bekas dalam proyek tersebut, dinilainya tak sesuai.
Selain itu Subandi juga mempertanyakan progres dan laporan deviasi proyek yang dianggapnya tidak sama. Ia menyebut bahwa laporan yang diterimanya menyatakan deviasi proyek sebesar minus delapan persen sementara kondisi di lapangan sebesar -23 persen.
"Kalau nanti tidak selesai, ya masukkan saja ke daftar hitam dan harus diberikan nilai merah," tegas Subandi.
Ia meminta seluruh pihak terkait termasuk perencana maupun kontraktor untuk dapat menyelesaikan pembangunan proyek tersebut, agar proyek yang menelan anggaran Rp23 milyar itu dapat diselesaikan tepat waktu dan sesuai standar mutu.
Ia menegaskan bahwa kualitas pelayanan kesehatan harus didukung fasilitas yang aman dan layak, sehingga masyarakat mendapatkan layanan terbaik dari Pemkab Sidoarjo.
