Surabaya (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Timur menegaskan kembali komitmen untuk memperkuat inklusi dan partisipasi penuh penyandang disabilitas dalam seluruh tahapan pembangunan daerah pada peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2025 yang dipusatkan di UPT Rehabilitasi Sosial Bina Laras (RSBL) Pasuruan.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, mewakili Gubernur Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan bahwa tema HDI tahun ini selaras dengan arah pembangunan provinsi yang menempatkan inklusivitas sebagai prioritas.
“Tahun ini tema HDI 2025 bersinergi dengan visi dan misi Jatim Berdaya dan Inklusif. Hari ini kita terjemahkan tema global tersebut menjadi aksi lokal yang konkret dan nyata,” ujarnya melalui keterangan yang diterima di Surabaya, Kamis.
Emil menambahkan bahwa Pemprov Jatim akan terus memastikan penyandang disabilitas mendapatkan ruang yang penuh dalam pembangunan.
“Di momentum HDI 2025, kami tegaskan kembali komitmen Pemprov Jatim yaitu mendorong partisipasi penuh penyandang disabilitas. Prinsip No One Left Behind mengingatkan kita untuk memastikan seluruh kelompok, termasuk yang paling rentan, memiliki kesempatan setara untuk berkembang,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Jatim, Restu Novi Widiani, mengatakan bahwa peringatan HDI harus menjadi pengingat untuk terus memperkuat kepedulian dan kesadaran masyarakat.
“Momentum ini menegaskan pentingnya solidaritas, kesetaraan kesempatan, pemenuhan hak, dan perlindungan bagi penyandang disabilitas di seluruh sektor kehidupan,” ujarnya.
Selain pemberdayaan ekonomi dan kerja, Dinsos Jatim melalui Taruna Siaga Bencana (Tagana) juga memberikan edukasi mitigasi bencana yang dirancang khusus untuk penyandang disabilitas.
Materi mencakup simulasi evakuasi, pengenalan zona aman, penggunaan alat bantu keselamatan, dan penyusunan rencana tanggap darurat yang disesuaikan dengan kebutuhan penyandang disabilitas sensorik, intelektual, maupun fisik.
