Surabaya (ANTARA) - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur Ony Setiawan mendorong pemerintah membangun pabrik pakan ayam murah sebagai langkah strategis untuk menyelamatkan peternak skala kecil dari tekanan harga pakan yang terus melonjak.
“Selama ini rantai produksi ayam di Jatim sangat rentan karena biaya pakan dari produsen pabrikan terus naik sehingga mengikis margin keuntungan peternak rakyat. Maka pabrik pakan ayam murah solusinya,” ujarnya di Surabaya, Senin.
Menurut Ony, pembangunan pabrik pakan ayam pemerintah bukan sekadar bentuk subsidi, tetapi strategi jangka panjang untuk memperkuat kemandirian pakan (feed independence) serta menjaga keberlanjutan usaha peternakan kecil.
Dengan hadirnya pabrik pakan lokal, lanjut anggota Komisi B tersebut, peternak skala kecil akan memperoleh bahan baku dengan harga lebih terjangkau, mengurangi ketergantungan pada produsen besar, serta menekan biaya operasional secara signifikan.
Ia juga mengaitkan usulan itu dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) pemerintah. Menurutnya, pakan terjangkau dapat memperkuat produksi ternak rakyat sehingga hasilnya dapat menopang kebutuhan program tersebut.
“Dengan adanya pabrik pakan lokal dan dukungan dana dari skema Danantra yang digadang-gadang akan menyuntik sekitar Rp20 triliun ke sektor peternakan ayam, para peternak kecil bisa semakin berdaya,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa dana tersebut harus dikelola tepat sasaran agar memberdayakan peternak rakyat, bukan hanya pelaku industri besar.
Ony menjelaskan, kenaikan harga pakan tidak hanya menjadi persoalan lokal, tetapi telah menjadi tekanan nasional bagi peternak.
Ia mencontohkan harga jagung pipilan di Surabaya pada 2025 yang sempat menembus Rp10.750 per kilogram.
Kondisi itu menyebabkan peternak ayam petelur menanggung kerugian sekitar Rp5.000 per kilogram karena harga jual telur berada di bawah harga pokok produksi.
Ia menilai keberadaan pabrik pakan murah sangat relevan mengingat populasi unggas di Jawa Timur tergolong besar.
Berdasarkan data Jawa Timur Dalam Angka 2025, populasi unggas di provinsi tersebut mencapai lebih dari 580 juta ekor, termasuk ayam pedaging yang jumlahnya lebih dari 418 juta ekor pada 2024.
“Produksi ayam dan telur selama ini menjadi kontributor penting bagi perekonomian daerah. Produksi telur ayam ras di Jatim tercatat sangat tinggi menurut data BPS dan peternakan,” kata Anggota Fraksi PDIP DPRD Jatim ini.
