Surabaya (ANTARA) - Salah satu peserta seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPT) Kota Surabaya Adi Gunita menawarkan program transformasi digital dan big data saat melamar sebagai Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Surabaya.
Pria yang saat ini menjabat sebagai Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya itu mengikuti uji kelayakan dan kepatutan JPT Kota Surabaya yang berlangsung di Ruang Sidang Wali Kota, Balai Kota Surabaya, Senin.
Dalam presentasi yang ditampilkan melalui saluran YouTube tersebut, Adi mengajukan proposal berjudul "Transformasi Perumahan dan Permukiman Surabaya Menuju Kota Layak Huni, Inklusif, dan Berbasis Inovasi Digital".
" Proposal ini menyoroti dua isu prioritas yang dianggap penting untuk pengembangan Kota Pahlawan," katanya.
Adi menjelaskan, isu pertama terkait penanganan kawasan prioritas sektor perumahan dan permukiman.
"Isu ini meliputi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), kawasan prioritas penanganan (kumuh ringan), serta squatter sebagai bangunan yang berdiri di atas lahan yang dilarang," ujar Adi.
Sedangkan isu kedua adalah peningkatan kualitas tata ruang kota yang meliputi penataan media ruang (reklame), dokumen tata ruang Rencana Detail Tata Ruang dan Peraturan Zonasi (RDTR dan PZ), serta Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL).
"Termasuk pula keselarasan data (sinkronisasi) terhadap perubahan dan perkembangan data baik dalam satu Perangkat Daerah (PD) maupun lintas dinas," kata Adi.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Adi menawarkan lima langkah strategis yang pertama, inovasi strategi penanganan yang berdampak pada peningkatan kualitas hidup dan nilai ekonomi lokal.
"Kedua, optimalisasi strategi berbasis penerapan teknologi informasi untuk memperkuat efektivitas pendataan dan pemantauan progres penanganan,“ ujarnya.
Kemudian, lanjut dia, yang ketiga yaitu percepatan dokumen sebagai dasar kebijakan dan acuan operasional.
"Keempat, optimalisasi peran kolaborasi multi-pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan akademisi. Sedangkan kelima yakni, transformasi digital sebagai langkah strategis memperkuat tata kelola dan meningkatkan kualitas data," katanya.
