Surabaya (ANTARA) - Dinas Pendidikan Jawa Timur menyoroti pekerjaan rumah peningkatan kualitas guru pada peringatan Hari Guru Nasional (HGN) dan Hari Aksara Internasional (HAI) 2025 di Surabaya, Senin, sebagai agenda penting pembangunan pendidikan.
“Kita selalu mau komitmen bahwa murid-murid yang hebat, yang punya prestasi, tentu dari guru-guru yang hebat,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai.
Aries menyampaikan bahwa penghargaan kepada guru harus diiringi percepatan penyelesaian persoalan mendasar yang telah berlangsung lama, terutama ketimpangan sarana dan prasarana pendidikan.
Ia menyebut banyak sekolah negeri maupun swasta masih kekurangan fasilitas layak.
“Yang paling utama adalah sarana prasarana. Kita banyak sekolah, baik negeri maupun swasta, yang masih membutuhkan sarana prasarana,” katanya.
Ia mengapresiasi perhatian pemerintah pusat terhadap isu tersebut.
Menurut dia, Presiden Prabowo Subianto telah menegaskan pentingnya peningkatan fasilitas pendidikan saat peringatan Hari Guru Nasional di Jakarta.
“Kita apresiasi Presiden yang sudah memberikan perhatian cukup besar kepada pendidikan. Kita harapkan di Jawa Timur ada alokasi yang nanti diberikan untuk peningkatan sarana-prasarana pendidikan,” ucapnya.
Aries juga menyoroti persoalan guru honorer yang hingga kini jumlahnya masih signifikan akibat moratorium pengangkatan pegawai yang menghambat proses peningkatan status menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) penuh.
“Kalau ditanya apakah masih ada guru honorer, pasti masih ada. Karena ada moratorium yang membuat mereka belum naik status,” tuturnya.
Kondisi tersebut, lanjut Aries, membuat banyak sekolah kekurangan tenaga pendidik. Situasi semakin berat karena banyak guru senior memasuki masa pensiun tanpa diimbangi penambahan formasi baru.
“Kita masih butuh guru yang luar biasa banyak, karena banyak yang pensiun tetapi tidak diimbangi dengan penambahan guru yang ada,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengapresiasi kebijakan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang memberikan penghargaan bagi guru berprestasi, termasuk program bedah rumah bagi guru berpenghasilan rendah.
“Ibu Gubernur memberikan program bedah rumah bagi guru-guru kita yang hidupnya sangat terbatas. Ini inisiasi pribadi beliau agar mereka bisa berubah lebih baik lagi dengan ekonomi yang lebih baik,” ungkapnya.
Aries berharap rangkaian langkah tersebut menjadi pijakan berkelanjutan untuk memperkuat kualitas pendidikan di Jawa Timur, bukan berhenti pada seremoni tahunan.
“Apresiasi ini harus berdampak pada kualitas pendidikan. Guru adalah garda terdepan, dan kita wajib memastikan mereka mendapat dukungan yang layak,” ujarnya.
Dindik Jatim soroti masalah peningkatan kualitas guru saat HGN 2025
Senin, 1 Desember 2025 17:39 WIB
Kepala Dinas Pendidikan Jatim Aries Agung Paewai. ANTARA/HO-Dinas Pendidikan Jatim
