Jember, Jawa Timur (ANTARA) - Festival Kuliner Gastrodiplomas yang digelar jurusan Hubungan Internasional (HI) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jember (Unej) menghadirkan makanan dari 12 negara yang disajikan dengan pernak-pernik negara tersebut.
Mahasiswa HI Unej memamerkan makanan 12 negara di antaranya Rusia, Inggris, Italia, Swedia, Jepang, Perancis dan India yang digelar di kelas internasional FISIP Unej, Sabtu.
"Dengan kegiatan itu, mahasiswa diharapkan bisa mempromosikan makanan dari seluruh dunia melalui gastrodiplomasi," kata dosen HI Unej Prof. Abubakar Eby Hara di kampus setempat.
Dengan kegiatan itu, lanjut dia, mahasiswa tidak hanya membuat makanan khas negara tetapi harus tahu sejarah makanannya, sehingga bisa memahami bahwa negara-negara itu berhasil dalam gastrodiplomasi.
"Harapannya mahasiswa bisa belajar dari negara2x yg sdh berhasil dalam gastrodiplomasi menjadi soft power, agar citra di Indonesia baik di negara lain melalui kuliner," tuturnya.
Sementara pakar gastrodiplomasi Unej Prof. Agus Trihartono mengatakan kuliner di 12 negara ditampilkan dalam Festival Kuliner tersebut yakni Rusia, Inggris, Malaysia, Italia, India, Swedia, Tiongkok, Korea selatan, Jepang, Singapura, Perancis dan Arab Saudi.
"Diharapkan mahasiswa memahami apa yang disebut soft power karena makanan itu merupakan diplomasi paling purba," katanya.
Dari sudut Hubungan Internasional, makanan merupakan diplomasi paling kontemporer dan merupakan tren baru sebagai soft power yang menjadi salah satu instrumen negara.
"Kami mengajari mahasiswa agar tidak hanya memahami tapi merasakan tentang soft power, sehingga diharapkan ke depan orang Indonesia akan bangga terhadap menu kuliner khas daerahnya sebagai senjata diplomasi," katanya.
Salah satu mahasiswa Hi Unej, Ridho mengatakan kegiatan festival kuliner gastrodiplomasi menjadi ajang untuk mengenalkan kuliner dari berbagai negara sebagai kekuatan diplomasi.
"Saya berharap kegiatan festival kuliner itu bisa digelar setiap tahun dan lebih luas jangkauannya, tidak hanya di FISIP saja," ujarnya.
