Sidoarjo (ANTARA) - Produsen kertas PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk masih penghargaan peringkat pertama atas capaian realisasi atas investasi tahun 2024 kategori penanaman modal dalam negeri (PMDN).
Public Affair and License Manager PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk Beny Haryawan saat dikonfirmasi di Sidoarjo, Jumat mengatakan penghargaan yang diberikan ini merupakan satu langkah yang luar biasa.
"Patut diajungi satu jempol ke pemerintah Sidoarjo tentunya karena tahun ini memberikan satu apresiasi bagi pengusaha-pengusaha, bagi perusahaan di area Sidoarjo yang telah menginvestasikan untuk kepentingan bisnis dan juga kepentingan ekonomi di Sidoarjo," katanya.
Ia menyampaikan, penghargaan ini juga menjadi pendorong bagi dunia industri bahwa pemerintah mendukung, pemerintah ada di belakang para pengusaha.
"Pemerintah ada di samping kita ketika investasi ini berjalan. Ini menunjukkan soliditas antara pemerintah dengan pengusaha dan masyarakat tentunya," katanya.
Ia berharap, ke depan langkah itu selalu harus dijaga dan harus di ditingkatkan, dimotivasi sehingga semua unsur baik itu dari pengusaha, pekerja, kemudian pemerintah dan tentunya tidak lupa peran kontrol monitoring media sebagai lembaga yang independen untuk memajukan daerah.
"Iya tentu saja kegiatan ini harus terus diadakan sebagai bentuk dukungan dari pemerintah atas investasi yang cukup kondusif di Kabupaten Sidoarjo,“ katanya.
Sebelumnya Bupati Sidoarjo Subandi menyampaikan apresiasi kepada seluruh investor dan pelaku usaha atas kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sidoarjo.
Subandi mengatakan investasi menjadi motor penting penguatan ekonomi daerah karena posisi strategis Sidoarjo berada di jantung Jawa Timur.
"Posisine Sidoarjo berada dekat Surabaya, Bandara Juanda, Pelabuhan Tanjung Perak, dan terhubung tol trans Jawa menjadikan Sidoarjo pusat kegiatan industri, logistik, dan perdagangan modern,“ katanya.
Untuk kategori PMDN tahun 2024 peringkat pertama PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk dengan nilai investasi Rp1,6 triliun, kedua PT Citilink Indonesia dengan nilai investasi Rp1,48 triliun dan PT Maspion senilai Rp618 miliar.
