Surabaya (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyatakan kesiapan penuh mengawal program strategis nasional (PSN) untuk mempercepat swasembada susu, gula usai pertemuan Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak dengan Menteri Pertanian di Jakarta, Jumat.
“Tahun depan ada rencana masuknya 200 ribu dara bunting atau sapi bunting untuk memperkuat populasi sapi perah nasional. Jawa Timur menyatakan kesiapan untuk menjadi bagian penting dalam penguatan program ini. Tahun ini Jatim sudah berhasil mendatangkan 10 ribu sapi dara bunting sebagai penopang awal,” ujar Gubernur Khofifah dalam keterangan diterima di Surabaya, Jatim, Jumat.
Ia menjelaskan Jawa Timur memiliki ekosistem peternakan kuat, infrastruktur memadai, serta basis industri pengolahan susu yang berperan besar menyuplai kebutuhan nasional.
Pada sektor gula, Khofifah mengapresiasi kepercayaan Kementerian Pertanian untuk menjalankan Program Bongkar Ratun secara masif guna meningkatkan produktivitas tebu dan suplai tebu giling di wilayah sentra.
“Kalau tahun ini Pak Menteri Pertanian berhasil mengantarkan Indonesia menuju swasembada beras, maka tahun depan sangat dimungkinkan kita melangkah menuju swasembada gula. Dan Jawa Timur siap berada di lini paling depan untuk menyukseskan,” katanya.
Khofifah menambahkan keberhasilan program tersebut memerlukan sinergi petani, koperasi, pabrik gula, hingga pemerintah daerah.
Jatim, ujarnya, memiliki modal sosial kuat dari basis peternak dan petani tebu yang konsisten menjadi lokomotif produksi nasional.
“Kami siap mensinergikan seluruh perangkat daerah dan para pelaku sektor pangan agar program ini tercapai dengan hasil terbaik bagi Indonesia,” katanya.
Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengapresiasi kinerja Khofifah yang dinilai memberi kontribusi besar pada ketahanan pangan nasional.
“Jadi ini Gubernur kebanggaan kita, luar biasa. Beliau itu pekerja keras. Yang pertama, produksi padi nomor satu di Indonesia, juga jagung, kemudian daging, dan juga gula 50 persen lebih. Juga telur semua nomor satu, terdepan. Kami melihat kinerja beliau luar biasa,” kata Amran.
Ia memastikan dukungan penuh pada percepatan program tebu nasional.
"Kalau ini berhasil, itu separuh atau 50 persen program tebu Indonesia berhasil. Kita targetkan tahun depan bisa swasembada white sugar. Mudah-mudahan tiga tahun atau paling lambat empat tahun ke depan sudah swasembada gula total termasuk industri. Ini harus dilakukan secara serius,” ujarnya.
Amran juga menyampaikan pembangunan PSN Sapi Perah akan dilakukan di Kabupaten Blitar dan Banyuwangi.
“Insya Allah kita akan kunjungan langsung ke sana untuk melihat capaian-capaian, khususnya program prioritas Bapak Presiden. Dianggarkan sekitar Rp2,4 triliun di sana, dengan target populasi 67.000 sapi perah dan luas area sekitar 13 hektare.
Pendekatannya nanti semua terintegrasi, ada pakannya, ada susunya dan ada offtaker-nya,” katanya.
